Pemda Sumbawa Ikuti Workshop Percepatan Penetapan Kebijakan Kearsipan Daerah di Jakarta

Pemerintahan64 views

Sumbawa, mediasumbawa.com- Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa mengikuti Rapat Koordinasi dan Workshop Percepatan Penetapan Kebijakan dan Perencanaan Program Kearsipan di Daerah  Kamis ( 30/11/2023)  di Hotel Millenium Jakarta.

Hadir dari Sumbawa Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sumbawa. H.Syahril SPd.MPd, Kabid PPM Yuni Ilmi Kurniati SIP,M.Si dan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa Hj. Jamila SPd.SD

Dikatakan oleh Kabid PPM Yuni Ilmi Kurniati, rakor tersebut menekankan arsip adalah bagian penting dari morfologi kehidupan. Para narasumber memberikan paparan tentang pentingnya kearsipan dengan penguatan koordinasi, sinergitas dan komunikasi dengan DPRD, dan mengusulkan program kegiatan agar penataan kearsipan dapat berjalan.

Dari  pemaparan best practise dari kabupaten Mamuju Tengah yang menguraikan bagaimana mereka dalam memberikan dukungan penuh dan telah melauncing Gerakan Nasional Sadar dan Tertib arsip serta memberikan reward kepada arsiparis yang ada, bahkan dinas memberikan bimtek arsiparis dan direncanakan pada tahun 2024 mereka akan melakukan bintek kepada semua desa dan kelurahan di Mamuju Tengah, dan mulai menerapkan aplikasi kearsipan “srikandi” hingga ke puskesmas dan sekolah- sekolah dan ini juga guna seiring dengan ikhtiar memenuhi target MCP dalam delapan area perubahan.

Demikian pula Dr. Roy jhon Eramus analis keuangan daerah dari Ditjen Keuangan Daerah kemendagri, menyampaikan pentingnya kearsiapan. “Bahwa dalam perencanaan dan penganggaran yang tertuang dalam dokumen RPJMD, Renstra RKPD, Renja SKPD, RKA DPA, agar juga memperioritaskan kebijakan kearsipan , karena ini juga merupakan urusan wajib yang tentunya masing-masing daerah akan berbeda kebutuhannya”Jelas Roy.

Sesi kedua di sore hari Direktur Kearsipan Daerah I Rudi Anton, SH, MH menyampaikan tentang rencana pengawasan eksternal maupun internal agar daerah mempersiapkan dan menyepakati timeline 2024 mulai dari rakor, bintek kearsipan sehingga diperlukan kerja kolaboratif dari semua insan arsip, maupun legislatif dan eksekutif dalam merumuskan kebijakan perencanaan dan penganggaran kearsipan.

“Aplikasi Srikandi harus segera diimplementasikan ke daerah kabupaten kota hingga provinsi. terutama bagi yang belum menerapkan agar arsip tidak musnah.”ucap Rudi

Kemudian dikatakannya Kearsipan ini memang menjadi bagian penting, mengingat pesan almarhum ayah saya bahwa belajarlah dari arsip. Satu buah catatan lebih berarti dari 1000 ucapan dan jangan melupakan sejarah karena dari arsip kita tahu dan belajar sesuatu serta menata arsip untuk menunjang pelaksanaan tugas dengan baik, dan insyaa Allah kami akan lakukan koordinasi dengan TAPD terkait hal- hal yang menjadi penegasan dalam rapat ini dan kesepakatan rekomendasi yang harus dtindaklanjuti oleh daetah termasuk kesiapan dalam memghadapi pengawasan eksternal maupun internal tentang arsip .

“Nantinya dengan 8 instrumen dan Kalau dilihat hasil evaluasi yang dipaparkan oleh direktur kearsipan, posisi NTB cukup baik dan perlu ditingkatkan lagi salah satunya adalah dengan menerapakan SRIKANDI yang tentunya akan membutuhkan kebijakan dan anggaran yang memadai.”Tutup Rudi.

Dihubungi awak media,Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Sumbawa H.Syahril mengatakan bahwa sebenarnya OPD kearsipan di daerah selalu siap untuk melaksanakan tugas mulia di bidang kearsipan. “Ketersediaan anggaran harus menjadi salah satu titik fokus agar berpihak. Gubernur selaku perpanjangan tangan pemerintah pusat harus mengambil peran untuk terus mengarahkan Pemkab “Pungkasnya (MS/Am)

Komentar