oleh

HMS Support Peningkatan Kesejahteraan Satgas Karhutla

Media Sumbawa, Jambi

Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sudah dibentuk Kabupaten Kota di NTB, hendaknya mendapatkan perhatian serius dari pemda setempat. Selain itu perlu juga didukung dengan regulasi yang ketat sehingga kebakaran hutan tidak terjadi di NTB seperti halnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, yang akrab disapa HMS, yang melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kalimantan Tengah, Kamis (7/11/2019) kepada Media Sumbawa menyatakan Karhutla  terjadi di Kalimantan Tengah, hendaknya menjadi pelajaran bagi NTB untuk menyiapkan infrstruktur pendukung. Baik dari segi operasional Satgas karhutla, Insentive, hingga kepada regulasi yang bisa memberikan efek jera bagi pembakar hutan dan lahan. ‘’hasil kunjungan kami bersama wakil ketua Komisi IV ke Jambi, hendaknya bisa menjadi pelajaran dalam penanganan karhutla dan pengelolaan satgas yang telah terbentuk. Perlu komitmen bersama untuk mengantisifasi Karhutla terutama di Indonesia bagian timur khususnya NTB,’’terang HMS dengan menambahkan anggaran kesejahteraan bagi satgas Karhutla perlu diperhatikan begitu juga regulasinya perlu diperketat hingga memberikan efek jera bagi pelako baik perusahaan maupun aktifitas pertanian.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat kemarau panjang tahun ini, HMS meminta Pemda-pemda di NTB untuk memberikan program pemberdayaan kepada petani sehingga bisa meminimalisir terjadinya Karhutla sehingga lahan bisa digunakan secara berkelanjutan tanpa harus membuka lahan baru dengan cara membakar lahan. ‘Petani sekitar hutan harus mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga hutan,’’Ujar HMS kepada wartawan. (MSX)

Baca Juga:  Moratorium 19 Negara, PMI Bisa Tembus Arab Saudi

Komentar

Berita Pilihan