oleh

Puluhan Warga Kebayan Datangi PDAM

Sumbawa Besar, Media Sumbawa
Kelangkaan air bersih semakin hari terus dirasakan semakin sulit diperoleh oleh warga masyarakat Kabupaten Sumbawa baik di perkotaan maupun di pedesaan. Keberadaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sampai saat ini belum bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang telah terdaftar menjadi pelanggan di PDAM tersebut.
Iksan Imanuddin, selaku perwakilan Masyarakat yang diwawancarai setelah aksi di Kantor PDAM, Kamis (20/11/2019) mengatakan bahwa, kedatangan masyarakat ke PDAM tidak lain adalah untuk menuntut dan meminta kejelasan pihak PDAM terkait pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang tidak adil.
“Kedatangan kami awalnya tidak mau ditemui oleh Direktur PDAM namun karena masyarakat memdesak dan emosi akhirnya Direktur bersedia keluar dan menemui kami,’’ terang Iksan
Iksan mengatakan wilayah Untir Katimis, Kebayan dan sekitarnya sudah seminggu air tidak keluar, sementara petugas menjanjikan setiap malam air akan disalurkan dan diharap agar dapat sabar menunggu, sehingga sebagian besar warga akhirnya menunggu bahkan sampai jam 3 malam, air tetap tak kunjung ada dan itu berlansung terus menerus.
“Jika kita menunggu dalam waktu lama terus menerus maka akan berpengaruh kepada kesehatan warga terutama yang sebagian masyarakat sudah berumur sepuh terlebih air yang ditunggu tak kunjung keluar juga. PDAM sungguh kejam dengan memperlakukan konsumen seperti ini. sementara disaat bersamaan dibeberapa lokasi, air PDAM dipakai untuk menyiram pekarangan saat siang hari. Artinya PDAM berlaku tidak adil dan tebang pilih dan tata kelola yang sangat amburadul,” jelas Iksan.
Maka, kedangan kami kali ini menuntut PDAM agar menyalurkan air setiap hari dan siap digilir selama musim kekeringan namun tak mau lagi diberikan air larut malam dan debit airpun harus kencang agar warga bisa menyetok dalam tandon dan apabila permintaan dan tuntutan kami tidak diindahkan maka kami akan kembali dengan massa yang lebih besar, tegas Iksan.
Adapun janji Direktur PDAM sebagaimana yang disampaikan oleh Iksan selaku perwakilan warga kepada wartawan yaitu Direktur PDAM menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan berjanji akan mengevaluasi jajarannya serta PDAM akan memberlakukan buka tutup untuk setiap hari untuk Wilayah Moyo Utara, Untir Katimis, Kebayan dan sekitatnya pada pagi hari kemudian Jam 4 sore ditutup ke Moyo Hilir secara full.
“Kesepakatan warga dengan Direktur PDAM yaitu PDAM akan berlakukan buka tutup secara full untuk wilayah Moyo Hilir sedangkan jadwal untuk Jaringan PDAM yg ke wilayah Untir Katimis dimulai Pukul 04.00 Wita. Kedua, tidak lagi diberlakukan buka tutup lagi khusus ke dalam komplek Untir Katimis artinya ketika ditutup ke Wilayah Moyo Hilir maka semua untuk wilayah kebayan, Untir Katimis dan sekitarnya lansung los. Ketiga, buka tutup hanya untuk sementara, saat air surplus atau masuk musim hujan akan dibuka 24 jam, kelima, tidak lagi air nyala larut malam dan terakhir Direktur PDAM akan lansung turun untuk memastikan bahwa Air dapat mengalir ke kran warga sebelum larut malam,” tutup Iksan. (MS/cr)

Baca Juga:  Perda Tentang Pencegahan Perkawinan Anak Disahkan

Komentar

Berita Pilihan