oleh

Perubahan Prilaku Ternak Akibatkan Penurunan Populasi

SUMBAWA BESAR, Media Sumbawa,-Saat ini terjadi perubahan pola prilaku peternak di Kabupaten Sumbawa yang menyebabkan populasi Kerbau dan Kuda mengalami penurunan. Diketahui, pupulasi Kerbau dari registrasi 2019 yakni 35.983 ekor, Sapi Bali 242.796 ekor, Sapi Sumbawa 14.498 ekor, Kuda Sumbawa 18.582 ekor dan Kambing 33.963 ekor.
“Yang mengalami peningkatan cukup signifikan itu di Sapi Bali. Sedangkan kerbau cenderung menurun, kuda juga demikian. Penurunan populasi Kerbau dan Kuda, karena ada pergeseran pola prilaku masayakat kita,” kata H.Junaidi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, di ruang kerjanya Jum`at (21/02).
Diungkapkan, perubaha prilaku peternak, disebabkan antara lain masa kebuntingan kerbau lebih panjang dibandingkan sapi. Kemudian secara umum kerbau sumbawa merupakan kerbau lumpur, sehingga musti selalu berada disekitar air.
Dijelaskan, disisi lain, Lar yang dimiliki oleh masyarakat nyaris habis dan tertinggal Lar yang dikuasai oleh pemerintah. Sehingga populasi kerbau dan kuda mengalami kesulitan berkembang biak. “Sementara kita lihat tren sekarang ini, Lar itu nyaris yang dikuasai pemerintah saja. Sedangkan kalau milik masyarakat sudah hampir tidak ada, sehingga kerbau itu tidak bisa berkembang biak dengan baik, sesuai habitatnya,” jelasnya.
Dikatakan, peningkatan pupulasi Sapi Bali antara lain disebabkan, tahun sebelumnya pemerintah pusat meluncurkan program Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab), termasuk Inseminasi buatan. “Dari siwap itu ada siwab ada system inseminasi buatan, ada juga menggunakan sistim kawin alam. Kalau memang peternak mengikat ternaknya dan bisa memantau birahi dari ternak, tinggal telepon saja. Karena semua kecamatan sudah punya petugas untuk inseminasi buatan. Ini dibiayai, sampai dengan pemeriksaan kebuntingan, pertolongan kelahiran,” jelasnya.
Sedangkan tahun ini Dinas peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, masih menunggu hasil rakornas beberapa waktu untuk kelanjutan program Siwab. “Tahun ini masih kita menunggu ini. Tapi dengan belum adanya informasi ini, mudah-mudah akhir bulan ini karena baru saja kami rakornas. Tapi kami tidak surut, tetap straw semen beku itu sudah kami adakan awal januari kemarin, dan sekarang sudah berjalan,” ucapnya. (MS/MU)

Baca Juga:  Aplikasi "Sumbawa New Normal" Dilaunching

Komentar

Berita Pilihan