oleh

Kepala Badan PPSDMP Kementan RI Launching Model BPP KOSTRATANI di Sumbawa

Sumbawa Besar, MS.com- Dalam rangka Meningkatkan Tugas dan Peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta Pemberdayaan Penyuluhan Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr., bersama Anggota Komisi IV DPR RI Dapil I NTB, H. Muhammad Syafrudin, ST., MM., melaksanakan kunjungan kerja serta melaunching Model BPP Kostratani di Kab. Sumbawa. Kunjungan kerja tersebut diterima oleh Pjs. Bupati Sumbawa, Ir. Zainal Abidin, M.Si. Sabtu, 14 November 2020.

Kepala Badan PPSDMP Kementerian Pertanian RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan kerjanya ke Kab. Sumbawa adalah untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pertanian untuk membangun SDM pertanian melalui program yang disebut Komando Starategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

“Jadi Korstratani itu sesungguhnya adalah pemberdayaan BPP, pemberdayaan BPP tentu saja fisiknya dan yang utamanya adalah penyuluhnya. Oleh karena itu saya kira ini sangat pas dengan arahan Pak H. Syafrudin untuk menindaklanjuti pemberdayaan BPP, penyuluh dan petani di Kab. Sumbawa ini.” Ujarnya

Dikatakan, bahwa para petani dan penyuluh harus tetap semangat meskipun kondisi Covid-19 ini. “Pertanian tidak boleh berhenti, karena kalau pertanian berhenti berarti pangan berhenti, kalau pangan berhenti berarti kehidupan juga berhenti. Apapun yang terjadi, pertanian tidak boleh berhenti, apapun yang terjadi petani dan penyuluh harus tetap semangat.” Lanjutnya

Dikesempatan tersebut, Kepala Badan PPSDMP Kementan RI mengajak para penyuluh dan petani untuk sama-sama membangun SDM pertanian di Kab. Sumbawa. “karena ternyata kunci keberhasilan pertanian itu ada di petani dan penyuluh. Jadi yang nomor satu adalah petani dan penyuluh. Terbukti bahwa pada saat pandemi Covid-19 dan resesi tenyata pertumbuhan pertanian tetap menggeliat positif. Artinya petani dan penyuluh harus tetap semangat, itu yang harus kita pelihara bersama-sama”. Imbuhnya

Baca Juga:  Target Produksi Garam Sumbawa Naik 400 Ton

Untuk itu, melalui program Kostratani diharapkan dapat membangun SDM Pertanian di Kab. Sumbawa utamanya bagi penyuluh dan petani. Ia juga berharap dukungan dari semua pihak agar program Kostratani dapat berjalan dengan lancar.

“Insya Allah program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di tingkat Kecamatan se-Kab. Sumbawa dapat berjalan dengan lancar tentunya kerjasama antara para penyuluh, petani dan semua pihak”. Pungkasnya

Sementara itu, Pjs. Bupati Sumbawa, dalam sambutan menyampaikan bahwa kebijakan pembangunan pertanian tahun 2020 adalah untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan moderen. Sedangkan tujuan pembangunan pertanian adalah meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produktivitas, efisiensi usaha dan perbaikan sistem pemasaran dengan pengenalan teknologi, penguatan kelembagaan, dan peningkatan manajemen usaha.

Dikatakan, untuk menunjang keberhasilan pembangunan pertanian di Kab. Sumbawa telah didukung oleh kemajuan kelompok tani, gabungan kelompok tani, para penyuluh pertanian serta kelembagaan penyuluh yang handal.

Disampaikan, bahwa sebagai wadah penyuluh dan petani, BPP menjalankan fungsi sebagai pusat koordinasi dan singkronisasi program dan kegiatan pembangunan pertanian, pusat data dan informasi pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan kemitraan usaha tani.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa BPP juga harus mampu mengawal kegiatan pembangunan pertanian di Kecamatan, salah satunya adalah pendampingan dan pengawalan program pembangunan pertanian dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas unggul. BPP juga harus dapat mendorong peningkatan mutu dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian yang akhirnya dapat meningkatkan kapasitas penyuluhan pertanian.

Oleh karena itu, BPP harus dapat membangun keswadayaan dan kemandirian petani serta pengusaha tani di wilayah kerjanya masing-masing agar pola pikirnya dapat menghadapi persaingan di bidang pertanian, baik reginal maupun global.

Baca Juga:  Asparnas Bedah Potensi Pariwisata

Dikesempatan tersebut juga, dilaksanakan Bimbingan Teknis Penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani/Koorporasi Petani Bagi Koordinator Penyuluhan dan Launching Model BPP Labangka. Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lokasi Food Estate oleh Kepala Badan PPSDMP Kementerian RI, Anggota Komisi IV DPR RI dapil 1 NTB dan Pjs. Bupati Sumbawa di Kecamatan Labangka.(MS/SP)

Komentar

Berita Pilihan