oleh

Bahas DIDesa dan Penilaian Kerja Desa, DPMD dan Kompak Gelar Workshop

Sumbawa Besar, mediasumbawa.com – Dalam rangka implementasi Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan dan Pembagian Dana Insentif Desa di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa bekerjasama dengan KOMPAK menggelar Workshop Pembahasan Panduan Teknis Pemberian Dana Insentif Desa (DIDesa GERA) dan Penilaian Kinerja Desa tahun 2021-2022. Kegiatan yang berlangsung baik secara online maupun offline ini dilaksanakan di Aula H. Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Selasa, (7/12).
KOMPAK melalui Koordinator Program M. Wahyudi, dalam pengantarnya menyampaikan terimakasih kepada Kabupaten Sumbawa karena telah berinisiatif untuk membuat kebijakan inovatif dalam mendorong perbaikan kinerja pembangunan di desa dengan instrumen-instrumen yang lebih jelas. Menurutnya ini menarik, karena proses penyusunan rancangan ini kurang dekat dengan desain awal dari RPJMD, sehingga pihaknya mendorong adanya keterpaduan dan sinergi antara pembangunan di desa dengan pembangunan di Kabupaten. “Kalau kita evaluasi perjalanan pembangunan di desa kadang-kadang pembangunan di desa itu menjadi Katakanlah rezim tersendiri di luar Indonesia tetapi dalam konteks yang sekarang di Kabupaten Sumbawa telah mengingatkan dalam tindakan bagaimana pembangunan di desa dengan di Kabupaten tua untuk Sinergi dan alternatif ini semua bagus karena dengan cara yang demikian berarti desa yang ada di Kabupaten itu dapat disatukan untuk mencapai sasaran pembangunan tertentu yang ditetapkan dalam dan ini bisa menjadi model di pemerintah pusat dan juga bagaimana terbangunnya Sinergi termasuk di dalam pengentasan kemiskinan, maka diharapkan dengan kehadiran kementerian keuangan di sini juga memberi input yang bagus sekali,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini dapat diketahui penganggaran berbasis kinerja, hal ini menarik dan Sumbawa menjadi pioner di NTB untuk memastikan pembangunan desa ini berbasis kinerja ke depan. Kalau ini bisa dijalankan, pihaknya bisa mendorong inovasi pembangunan di desa jadi upaya-upaya inovatif kedepan. “Di desa itu perlu diberi ruang juga di dalam juknis nantinya dinilai khusus supaya tetap bergerak maju sesuai dengan visi dan misi,” tambahnya.
Membuka kegiatan secara resmi, Bupati Sumbawa yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang SDA dan Kemasyarakatan, Drs. Zainal Abidin, berharap dengan diimplementasikannya DIDesa, kedepannya Kepala Desa mampu berinovasi dan menumbuhkenali potensi desanya secara tepat, dengan memanfaatkan Dana Desa, ADD maupun DIDesa, sehingga akan memudahkan sinergi berbagai program sektoral baik dari Kabupaten, Provinsi maupun Pusat.
Dalam kaitan ini, Bupati menginstruksikan agar perangkat daerah teknis dapat terus melakukan pendampingan program secara proporsional, unutuk mengembangkan desa-desa di Kabupaten Sumbawa, dalam upaya mengentaskan kemiskinan, memperluas lapangan kerja, Kabupaten bebas stunting, Kabupaten STBM dan lainnya.
Berkenan dengan itu, Bupati berharap peserta workshop dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, agar implementasi DIDesa nantinya benar-benar dapat dioptimalkan untuk peningkatan kinerja desa dalam membangun masyarakat desa yang mandiri dan sejahtera dalam bingkai Sumbawa Gemilang Yang Berkeadaban.
Setelah kegiatan dibuka secara resmi, Ricka Prasetya DJPK Kementerian Keuangan menyampaikan pemaparannya mengenai kinerja desa dalam penentuan alokasi kinerja dana desa hingga kriteria kinerja desa penerima alokasi kinerja. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi. (ms/sp)

Baca Juga:  Kabupaten Sumbawa Kebut Vaksinasi Melebihi 40 Persen

Komentar

Berita Pilihan