Pansus Dorong Kemandirian Petani Hingga Kualitas Akses Jalan

Parlementaria116 views

Sumbawa Besar, mediasumbawa.com- Terkait dengan Pertanian, Panitia khusus DPRD meminta agar ada penerapan teknologi ramah lingkungan (Organik), penguatan kelembagaan petani, permodalan dan pemasaran sehingga petani semakin mandiri.

Demikian disampaikan Juru Bicara Pansus DPRD Sumbawa Adizul Syahabuddin dalam Sidang Paripurna DPRD Sumbawa, Selasa (18/7/23) di kantor DPRD Setempat.

Sehubungan dengan fasilitasi dukungan sarana dan prasana dengan alat dan mesin pertanian, terang Adizul, Pansus menekankan pada permasalahan pasca panen, serta memperbanyak pelatihan dan bimtek terkait dengan mekanisasi pertanian.Peran dan pengawasan penyuluh pertanian penting diperkuat dalam penetapan pola tanam dengan melakukan koordinasi dengan P3A maupun GP3A dan UPT Pengairan.

Terkait dengan struktur lahan kering dan daerah  dataran  tinggi,  Pansus DPRD meminta agar ada upaya penghijauan dengan menanam tanaman buah yang ekonomis seperti kakau, jambu mete maupun kopi. Tagline pertanian zerowaste terintegrasi organic perlu diperkuat.

Terkait dengan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Pansus DPRD mendorong peningkatan infrastruktur wilayah dan pemeliharaan jalan di daerah. Program INPRES Jalan diharapkan dapat dikawal dengan baik demikian pula Project APBN lainnya. ‘’Pengawasan atas mutu material jalan harus secara intensif dilakukan agar umur pemakaian dari produk pembangunan jalan tersebut dapat bertahan lama. Demikian pula untuk kelanjutan pembangunan jalan Samota diharapkan proses redisain/pengkajiannya  dapat selesai segera dan  dapat dilaksanakan tahun ini,’’terang Adizul Sahabuddin.

Terhadap Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Pansus DPRD mendorong agar kondisi penerang jalan yang tak berfungsi dilakukan revitalisasi. Demikian pula terhadap kondisi Ruang Terbuka Hijau agar dapat ramah bagi anak dengan menciptakan ruang bermain bagi anak. Pansus juga mendorong intervensi Pusat dalam peningkatan infrastruktur pemukiman, rumah tidak layak Huni (RTLH), dan bantuan stimulant perumahan swadaya serta penanganan pemukiman ekstrim di daerah terisolir seperti di Gili Tapan yang kesulitan listrik.(MSX/Parlementaria)

Komentar