Ketua DPRD Sumbawa Ajak Masyarakat Jaga Tradisi Leluhur

Parlementaria139 views

Sumbawa – mediasumbawa.com – Sedekah Orong (sumbawa,red) bagian dari tradisi dan budaya sumbawa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan pada setiap panen dilakukan. Masyarakat desa Tarusa kecamatan Buer masih melestarikan hal tersebut. Pada pelaksanaan tahun ini, masyarakat setempat ikut mengundang ketua DPRD Sumbawa Abdul Rafiq, SH, Jumat (17/3/2023)

Dalam sambutannya, Abdul Rafiq menekankan pentingnya merawat tradisi positif dan adat istiadat warisan leluhur. Dia juga mengapresiasi upaya warga  Desa Tarusa yang masih melestarikan  kegiatan Sedekah Orong sebagai salah satu kearifan lokal setempat.

Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa  ini, sedekah Orong adalah ungkapan rasa syukur masyarakat dan  “kerik selamat” terhadap Allah SWT, mensyukuri seluruh keberkahan dan keselamatan yang dirasakan warga setempat selama ini, atas selesainya menam padi, dan juga momentum saling memperkuat tali silaturahmi antar warga, dirinya juga berharap hasil yg didapat dari budidaya tanaman padi melimpah.

Pihaknya mendukung dan mengajak agar kearifan lokal di tana intan Bulaeng  terus dihidupkan. Termasuk merawat adat-istiadat yang memperkuat semangat gotong royong di antara warga.

“Saya sangat mengapresiasi Kegiatan seperti ini, mari kita wariskan kepada generasi-generasi penerus, untuk melanjutkan pelestarian budaya-budaya para leluhur, ditengah tantangan era modern dan digital, karena pengamatan saya semakin banyak desa yang meninggalkan tradisi ini, tak lagi meneruskan budaya positif leluhur” kata Rafiq yang juga Dewan Pembina PGRI Kabupaten Sumbawa.

“Mudah-mudahan ikhtiar yang dilakukan ini merupakan wujud doa dan syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala semoga hasil panen kita nanti melimpah” Harap Rafiq. dijawab Aamiin warga.

Ketua DPRD dalam kesempatan itu menyatakan siap berkontribusi  terhadap kegiatan pembangunan yang ada di desa dan masjid sehingga nanti pengurus Masjid maupun aparatur desa berkomunikasi lebih lanjut.

Sementara itu, Kades Tarusa Khairul Insani kepada media ini,  menjelaskan kegiatan sedekah orang diselenggarakan secara rutin satu tahun sekali setelah menanam dan menjelang masuknya bulan suci Ramadhan. Menurutnya, adat istiadat yang diwariskan leluhur ini harus dirawat. “Zaman boleh berubah tetapi budaya harus tetap dilestarikan. Tanpa dukungan warga masyarakat tidak mungkin acara ini bisa terselenggara,” ujarnya.

Suasana hamonis dan gotong royong selama kegiatan “Sedekah Orong” terasa kental sekali. Warga berduyun-duyun mendatangi masjid   sambil membawa makanan lengkap dengan lauk pauk dan buah didalam Loyang  dari rumah, untuk dinikmati bersama-sama.

Sebelumnya, Camat Buer Lukmanuddin.S.Sos memberikan sambutan dan pengarahan kepada jamaah yang hadir untuk bersama- sama menjamin kondusifitas wilayah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.  Supaya kita bisa hikmat dan khusuk beribadah maka harus didukung oleh situasi yang aman tentram harmonis antara seluruh elemen masyarakat. “Kita hindari seperti yang pernah dan sering mengganggu pada masa dahulu  seperti bermain mercon. Sekarang tidak boleh lagi ada yang menyalakan mercon atau petasan yang gelegarnya sangat besar dan menggangu. Tim keamanan di wilayah desa yang dibentuk untuk menertibkan hal ini termasuk knalpot racing kendaraan sepeda motor tidak boleh lagi,  jika ada, ditindak dan diamankan sepeda motornya hingga dicabut knalpotnya hingga kita hadirkan orangtuanya dibuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi lagi” Urai Lukman.

Masih kata  Camat Lukman,termasuk hiburan malam, karaokean tidak boleh ada selama bulan Ramadan. Untuk   suara-suara di malam hari hanya boleh suara ibadah, suara orang ngaji suara orang-orang salat. Juga ada operasi penertiban minuman keras sebelum dan selama Ramadhan yang dikemandoi oleh Kapolsek Buer sendiri termasuk penutupan semua aktivitas kafe-kafe.

Dikesempatan tersebut Camat Lukman memberikan arahan agar warga mengikuti lomba  penilaian kebersihan TPU dan masjid. “Rumah-rumah ibadah kita harus dalam kondisi bersih semuanya termasuk tempat toiletnya, semua harus ditaruh harum-haruman supaya semangat Ramadan ini kita raih dan menyambut Bulan ramadhan dengan gembira dan syukur” Urainya.

Sehubungan dengan sedekah Orong Lukman menjelaskan bahwa ini merupakan   sesuatu tradisi yang sudah lama berlanjut dan terlaksana di desa Tarusa, dan ada juga desa-desa lainnya kemarin ada juga di Desa Buen  Baru, yang dilaksanakan secara khusus sebagai wujud rasa syukur petani kita. “Alhamdulillah tumbuh subur padinya dan sudah berbuah lebat itulah wujud rasa syukurnya ini sembari juga di momen sedekah orong ini beliau-beliau para petani ini saling memaafkan karena ada rebut-rebut air dan sebagainya, nah jadi terjalin lagi silaturahim.  Petani  bergembira menyambut  ramadhan, dan sebentar lagi akan panen, insyaallah mungkin di pertengahan bulan puasa Sudah panen. Itulah yang kita syukuri hari ini mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa ta’ala memberi rezeki kepada para petani kita ini dengan limpahan rezeki yang berkah sehingga bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya”Pungkas Lukman.

Sedekah Orong merupakan tradisi masyarakat setempat  berdzikir bersama, berdoa dan bersedekah kepada sesama dalam bentuk panganan lokal yang menjadi konsumsi keseharian masyarakat. Panganan tersebut dimasukkan  didalam sebuah loyang besar berisi makanan, lauk pauk dan hasil kebun. Waktu pelaksanaan biasanya setelah menanam padi dan jelang bulan Suci Ramadhan.

Hadir dalam acara itu,  Camat Buer Lukmanuddin,S.Sos  Kapolsek Buer, Ipda Ma’ruful Amaly ,SH, Kades Tarusa, Kharul Insani, Ketua PGRI Kecamatan Buer. Tim Ahli DPRD, Abdul Ma’ruf Rahmat SP serta para kader Banteng setempat. (MSE/Kerjasama publikasi media antara Bagian Humas Sekretariat DPRD Sumbawa dengan mediasumbawa.com )

 

Komentar