Kelor bagi masyarakat pulau Sumbawa merupakan sayuran pendamping makanan pokok sehari-hari. Namun siapa sangka, ditangan Nasrin (54) bapak tiga anak ini, merubah daun kelor menjadi sesuatu yang luar biasa menjadi obat maupun vitamin bagi kesehatan manusia.
Nasrin yang kini tercatat sebagai pemilik CV. Tri Utami Jaya Industri yang bergerak dalam ekstraksi daun Kelor menjadi obat dan minimal herbal bergizi, memulai uisahanya sejak tahun 1993. Dengan modal tekad dan semangat. Meski pada awal merintis usahanya, banyak diremehkan dan diragukan oleh masyarakat Desa Kilo, Kecamtan Malaju, Kabupaten Dompu. Suami dari Tri Utami ini tetap membulatkan niatnya membuka usaha meski dengan modal minim Rp. 1.500.000. ‘’Yang meragukan saya banyak, karena membuka usaha dengan modal secukupnya dan hanya mengenyam Pendidikan SMP,’’cerita Nasrin dihadapan wartawan peserta UKW, Jumat (11/9/2026) di hall Bank NTB, Mataram.
Keberanian tekad yang dibangun Nasrin, untuk memulai usaha bukannya tanpa pengalaman semata. Tahun 1988, Ia tercatat sebagai karyawan disebuah perusahaan obat tradisional di Makassar dari posisi petugas kebersihan. Dua tahun kemudian dia dipercaya menjadi kepala produksi di Surabaya. ‘’umur 20 tahun saya menjadi wakil direktur,’’kenangnya, bercerita diahadapan wartawan peserta UKW.
Oktober 1993, Ia kemudian membuka usaha sendiri di Lombok. Hingga saat ini, telah memproduksi herbal kelor dalam bentuk teh, serbuk bahkan kapsul. ‘’sudah lima produk seperti Morikai, Joker, Aqilla, Kidom dan Sasambodom. Dan terus saya kembangkan dengan hasiat detok racun serta vitamin daya tahan tubuh.’’kata Nasrin
Kejayaan usaha herbal daun kelor, puncaknya terjadi di tahun 2005 hingga 2022 dengan menembus pasar luar negeri. Sempat ekspor ke Jepang, Spanyol, Malaysia, Singapura, China dengan omset mencapai Rp. 5.000.000.000. ‘’saat ini kita terkendala dengan adanya mini market modern dan obat-obatan yang dijual dipasar online,’’terang Bapak tiga anak ini.(MS/L)

Comment