oleh

Tanggapi Pandangan Fraksi DPRD, PJs. Bupati : Masih Terjadi Penyerobotan Lahan di Brang Lamar

Sumbawa Besar, MediaSumbawa.com,- Berbagai persoalan daerah mengemuka dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2021. Kondisi pembangunan infrastruktur wilayah selatan Kabupaten Sumbawa masih menjadi persoalan klasik yang harus ditangani serius oleh pemerintah kabupaten Sumbawa.

Menanggapi hal tersebut, Pjs.Bupati Sumbawa Ir. Zainal Abidin , M.Si saat menanggapi pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD, pada sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa, Jumat (27/11/2020) di gedung DPRD Sumbawa.

Terkait Penanganan Jalan Orong Telu dan Lenangguar menurut Pjs. Bupati Sumbawa, tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, bahkan pada tahun 2016 dan 2017 sudah dilakukan intervensi melalui DAK. Selain jalan juga dilakukan pembangunan jembatan Tempoak Renok di kecamatan Orong Telu. Selain upaya tersebut pemerintah daerah juga mengintensifkan koordinasi untuk mendapatkan sumber pembiayaan dari pemerintah provinsi.

Dalam penanganan titik longsor jalur Sumbawa-Lunyuk Pemerintah Daerah telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi melalui Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Sumbawa.

‘’Terhadap jembatan penghubung Desa Lunyuk Ode dengan Dusun Sukajaya Desa Lunyuk Rea Kecamatan Lunyuk, tetap menjadi perhatian pemerintah daerah kedepan,’’ujar Bupati dihadapan Paripurna DPRD sekaligus menjawab pertanyaan dari Fraksi Partai Gerindra.

Sedangkan terkait batas antara eks UPT Sampargoal dengan Eks UPT Brang Lamar, jelas Pjs. Bupati Sumbawa,  sudah beberapa kali dilaksanakan rapat dan sudah ada kesepakatan bahwa batas tersebut adalah di brang mumil. Persoalannya saat ini, tandas PJs. Bupati Sumbawa,  sejatinya bukan masalah batas di kedua eks UPT tersebut melainkan adanya penyerobotan lahan oleh oknum-oknum yang tidak berkompeten di seputar wilayah perbatasan tersebut. Dalam hal ini Bupati sudah mengeluarkan surat penegasan pada maret 2019, bahwa siapapun yang menggarap lahan di seputar wilayah perbatasan antara sampargoal dengan brang lamar agar segera keluar selambat-lambatnya setelah panen jagung pada tahun 2019 karena eksistensi mereka ilegal, mengingat lahan tersebut adalah termasuk areal trans brang lamar. Namun dalam realitasnya ternyata hingga saat ini masih ada oknum-oknum baik dari sampargoal maupun desa-desa lain di Lunyuk yang masih eksis menggarap lahan tersebut secara ilegal.

Baca Juga:  Ucapan Marhaban Ya Ramadhan 1442 H dari Pimpinan Beserta Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa

Masalah lain terang Pjs. Bupati Sumbawa, adalah terkait warga desa Emang Lestari yang menggarap lahan dengan pola Transmigrasi  Swakarsa Mandiri (TSM). ‘’Secara de facto mereka sudah menggarap lahan tersebut bahkan sejak penempatan trans inti Brang Lamar pada tahun 2013. Namun secara de jure mereka belum memiliki dasar kepemilikan (legal standing) yang sah,’’jelas Bupati dengan menimpali, hal inilah yang akan kami fokuskan saat ini dan Insya Allah akan dilaksanakan rapat pada hari rabu 2 Desember mendatang untuk membahas formulasi penyelesaian masalah lahan “transmigrasi  swakarsa mandiri (tsm)” brang lamar secara tuntas.

Pada paripurna sebelumnya, Kamis, (26/11/2020) Fraksi Partai Gerindra mempertanyakan, beberapa hal menyangkut pembangunan wilayah Selatan Kabupaten Sumbawa yakni jalan mantap kecamatan Orong Telu yang menghubungkan kecamatan lenangguar dan orong telu agar pemerintah dapat memberikan perhatiannya apalagi menghadapi musim hujan.

Melalui juru bicaranya M. Tahir, Fraksi Partai Gerindra meminta kepada pemerintah terkait pemeliharaan ruas/badan jalan yang menggangu pengguna jalan dari km 72 pada titik longsor (jalur Sumbawa-Lunyuk) agar dapat diperhatikan karena sangat mengganggu keselamatan pengguna.

‘’ Fraksi Partai Gerindra meminta kepada instansi terkait untuk memperhatikan jembatan yang putus penghubung antara Desa Lunyuk Ode ke Dusun Sukajaya Desa Lunyuk Rea yang mengakibatkan lumpuhnya akses masyarakat,’’Ujar M.Taher dengan menambahkan, fraksi Partai Gerindra meminta kepada pemerintah untuk menuntaskan batas wilayah transmigrasi antara dusun sampar goal dengan dusun brang lamar desa emang lestari kecamatan lunyuk yang sampai saat ini belum tuntas.  (MSX)

Komentar

Berita Pilihan