oleh

Sekitar 80 Persen Desa di Moyo Utara Rawan Banjir

SUMBAWA BESAR, Media Sumbawa

Sekitar 80 persen desa di Kecamatan Moyo Utara tergolong desa yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang rawan mengalami banjir kiriman. Sehingga untuk mengatasipasi hal tersebut, camat setempat telah mengelurakan surat edaran bergotong royong di lingkungan dan sekitar aliran sungai.

“Moyo Utara hampir semua desa rawan bajir, seperti Desa Songkar, Kukin, Sebewe. Jadi hampir 80 persen wilayah moyo utara itu, rawan bencana banjir,” kata Adrian Pranata Ilham, Camat Moyo Utara, Senin (13/01).

Untuk mengantisipasi, dampak banjir yang mungkin terjadi selama musim hujan, Camat Moyo Utara telah mengeluarkan surat edaran, dan melakukan gotong royong masal. “Antisipasi, kita sudah keluarkan surat edaran. Sudah lakukan gotong royong masal. Kebetulan dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Sumbawa, saya keluarkan surat edaran untuk melaksanakan bersih-bersih lingungan,” jelasnya.

Diungkapkan, beberapa waktu lalu jalan menuju Kecamatan Moyo Utara sempat terputus karena timbunan tanah yang terbawa air dan pohon tumbang. Namun persoalan tersebut telah diatasi dengan swadaya masyarakat setempat.

“Sudah diarahkan masyarakat untuk bergotong royong, agar tidak membebankan kabupaten. Jadi kita swadaya masyarakat. Begitu juga dengan pohon yang tumbang kemarin. Sempat berkoordinasi dengan PRKP, jadi kita pakai alat seadanya. Itu yang kita anggap cukup urgen,” ucapnya.

Ditegaskan, kawasan Moyo Utara termasuk dalam zona inti Kawasan Samota. Sehingga akan melakukan monitoring terhadap kegiatan masyarakat dalam membuka lahan baru terutama dalam kawasan hutan. “Agar tidak membuka lahan baru terutama di kawasan hutan, karena dampaknya lebih banyak negative daripada positifnya. Selain itu karena di kawasan moyo utara itu menjadi zona inti samota,” ujarnya. (MS/MU)

Baca Juga:  Pelaksanaan BPNT Dievaluasi

Komentar

Berita Pilihan