oleh

Rekreasi Alam Sebagai Upaya Pengalihan Kecanduan Gadget Pada Anak di SDN Songkar

Penulis: Rafi’ah, S.Kep., M.KKK

Institusi: STIKES Griya Husada Sumbawa

 

Globalisasi adalah terbukanya informasi dari berbagai belahan dunia yang semula terbatas menjadi tak terbatas. Informasi tersebut berasal dari negara-negara yang mengandung berbagai unsur baik positif maupun negatif. Informasi tersebut tersebar melalui teknologi yang ikut berkembang secara pesat pula.  Teknologi mempermudah menyelesaikan pekerjaan. Oleh karena itu, teknologi berubah fungsi menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak menggunakan teknologi seperti handphone, laptop, tablet, dan lain-lain. Apalagi harga gadget sekarang cukup terjangkau sehingga dapat dimiliki oleh berbagai kalangan masyarakat. Namun penggunaan tersebut menyimpang dari manfaat yang sebenarnya.

Gadget merupakan   suatu   perangkat   elektronik   yang   memilki   fungsi   khusus   dan   praktis   dalam penggunaannya. Penggunaan  gadget mempunyai dampak negatif dan Positif. Dampak negatif yaitu anak akan kurang aktif dalam  bersosialisasi maupun kurang aktif  secara fisik. Dampak positif yaitu mempermudah komunikasi, media hiburan anak, meningkatkan  kenyamanan  dalam  belajar,  meningkatkan  pengetahuan (Rini et al., 2021). penggunaan gadget berdampak pada perkembangan psikologi anak sekolah dasar. Anak menggunakan gadget dengan durasi lebih dari 2 jam perhari mengalami perubahan perilaku. Dampak yang ditimbulkan yaitu dampak positif, anak mudah mencari informasi tentang pembelajaran, dan memudahkan untuk berkomunikasi dengan teman (Syifa et al., 2019).

Namun, gadget juga meninggalkan sejumlah dampak negatif antara lain dapat menghambat perkembangan motorik anak, menghambat perkembangan bahasa dan sosial anak, menimbulkan masalah perilaku, serta menimbulkan masalah kesehatan fisik. Anak usia dini masih dalam tahap perkembangan motorik yang mengharuskannya banyak bergerak. Disisi lain penggunaan gadget yang berlebihan akan membuat anak diam terlalu lama sehingga perkembangan kesehatannya akan terganggudananak akan mengalami obesitas. Bahkan tak hanya motoriknya, kemampuan berbahasa dan bersosial anak juga akan terhambat karena anak tidak banyak berinteraksi dengan orang lain.Selanjutnya adalah dapat menurunkan daya konsentrasi dan meningkatkan ketergantungan anak untuk dapat mengerjakan berbagai hal yang semestinya dapat mereka lakukan sendiri.

Baca Juga:  Tangani Sampah, DLH Siap Gandeng Kecamatan dan Desa

Dampak negatif terbesar bagi anak adalah ketika anak ketergantungan gadget. Ketergantungan gadget akan membuat anak lupa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya yang berdampak psikologis terutama krisis percaya diri pada anak, menghilangkan ketertarikan pada aktivitas bermain atau melakukan kegiatan lain. Selain itu juga dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. PFC (Pe Frontal Cortex) adalah bagian di dalam otak yang mengontrol emosi, kontrol diri, tanggung jawab dan nilai moral lainnya. Anak yang kecanduan teknologi, otaknya akan memproduksi hormon dopamine secara berlebihan yang mengakibatkan fungsi PFC terganggu (Hastuti, 2012).

Terkait dengan hal tersebut peran orang tua menjadi sangat penting dalam mendampingi anak. Orang tua harus mengetahui batasan kapan anak diperbolehkan untuk menggunakan gadget dan berapa lama durasi anak boleh menggunakan gadget dan mengupayakan untuk mengajak anak berlibur atau rekreasi untuk mengurangi penggunaan gadget. Rekreasi alam adalah salah satu upaya memfasilitasi anak-anak menambah pengetahuan mereka tentang alam sekitar mereka. Pengenalan alam sekitar pada anak membentuk karakter baik dan kreatiftas pada diri anak-anak. Membantu anak bersosialisasi dengan alam dan teman-teman di lingkungannya untuk mencegah ketergantungan dengan Gadget.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh penulis yakni mengetahui upaya pengalihan kecanduan gadget pada anak di SDN Songkar Moyo Utara. Upaya pembatasan dan pengalihan perlu dilakukan oleh orangtua untuk mencegah terjadinya kecanduan gadget. Kegiatan Pengabdian ini melibatkan orangtua dan juga anak-anak SDN Songkar sebanyak 15 orang, pelaksanaan telah dilakukan pada 19 Desember 2021. Pengabdian dilakukan mulai dari persiapan sampai dengan Evaluasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu metode sosialisasi dan penerapan (aplikatif) langsung di lapangan.

Adapun tahapan pelaksanaan pengabdian yaitu tahap Persiapan, Pada tahapan ini tim pengabdian masyarakat melakukan proses surat menyurat dan perisinan di tempat pengabdian serta Survei lokasi yang akan digunakan untuk penyelenggaraan Rekreasi alam dan pendataan anak-anak yang akan ikut serta dalam rekreasi alam. Dalam pencarian peserta untuk melaksanakan program di rekreasi alam ini tidak ada persyaratan yang khusus untuk dapat mengikuti kegiatan ini. Namun kami hanya membatasi umur yang dapat mengikuti kegiatan ini yaitu umur 5-12 tahun atau setara dengan TK/SD. Tahap Pelaksanaan Setelah mendapat perizinan dan pihak sekolah dan juga persetujuan orangtua untuk ikut dalam kegiatan sebagai upaya pengalihan kecanduan gadget pada anak. Tahap Evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan ini dengan melakukan wawancara singkat pada orangtua setelah kegiatan. Adapun hasilnya orangtua jadi lebih memahami faktor penyebab anak jadi ketergantungan gadget beserta dampaknya sehingga anak harus dibatasi dan dilakukan pengawasan ketika menggunakan gadget serta membatasi akses aplikasi dan menyimpan aplikasi yang bermanfaat untuk diakses oleh anak dan lebih sering mengajak anak untuk melakukan kegiatan setiap akhir pekan untuk mengalihkan anak dari gadget.

Baca Juga:  Pamatwil Bersama Kapolres dan Dandim Monitoring Rekapitulasi Suara Tingkat PPK

Orangtua dan anak-anak juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini sebagai upaya pengendalian atau pengalihan dari kecanduan gadget. Anak akan melakukan protes bahkan jika tidak diberikan gadget bahkan anak tidak dapat melewatkan waktu sehari pun tanpa gadget. Dalam upaya mencegah ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget, orang tuaperlu memiliki pemahaman, sehingga orang tua dapat memberikan pencegahan yangtepat untuk melakukan pembiasaan-pembiasaan bagi anak-anaknya dalam mengurangi penggunaan gadget secara terus-menerus. Orang tua sangat berperan penting dalam mengantisipasi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget, orang tua perlu menjadi teladan yang baik bagi anak

Berdasarkan kegiatan pengabdian pada masyarakat maka dapat disimpulkan bahwa Orangtua dapat melakukan banyak upaya untuk mengalihkan anak dari kecanduan gadget salah satunya dengan mengadakan kegiatan rekreasi, membatasi waktu pemakaian gadget dan memilih aplikasi-apliaksi yang edukatif untuk diakses oleh anak melalui gadget. Saran dalam pengabdian pada masyarakat kali ini agar orangtua lebih membatasi waktu pemakaian gadget dan mengawasi anak dalam mengakses situs dan juga aplikasi maupun game online untuk mencegah terjadinya ketergantungan atau kecanduan gadget.

Komentar

Berita Pilihan