oleh

Raihan PAD Terkendala Covid-19

Sumbawa Besar, mediasumbawa.com – Pemda Sumbawa mengakui realisasi pendapatan daerah pada tahun 2020 lalu belum mencapai 100 persen. Hal ini dikarenakan dampak dari terjadinya pandemi covid-19 yang masih terjadi hingga kini.

‘’Namun diakui bahwa realisasi pendapatan daerah belum mencapai 100 persen, karena dampak dari terjadinya pandemi covid-19 yang masih belum berakhir sampai dengan saat ini,’’ ungkap Bupati Sumbawa – H Mahmud Abdullah dalam sidang paripurna yang digelar Selasa (6/7) di ruang sidang utama DPRD Sumbawa.

Terkait kinerja pendapatan, lanjut Haji Mo – sapaan akrab Bupati, Pemerintah Daerah senantiasa melakukan optimalisasi dan evaluasi dalam upaya peningkatan pendapatan daerah baik yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer maupun lain-lain pendapatan yang sah sehingga kapasitas fiskal daerah semakin meningkat dan mampu mendorong percepatan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan terima kasih atas apresiasinya terkait dengan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Provinsi NTB atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) untuk ke 9 kalinya secara berturut-turut. Keberhasilan ini takkan mungkin dapat diraih tanpa adanya kerja sama yang sinergis dan hubungan yang harmonis antara Pemda Sumbawa dengan DPRD Sumbawa. ‘’Kita berharap, kualitas LKPD semakin meningkat dan memberi manfaat bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan yang strategis di masa yang akan datang,’’ pungkasnya. (msg/***)

Baca Juga:  Gubernur NTB Raih Penghargaan dari Perpusnas

Komentar

Berita Pilihan