oleh

PT Pupuk Kaltim Siapkan Program Peningkatan Produktifitas Petani

SUMBAWA BESAR, Media Sumbawa
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar Workshop Product Knowledge dan Retailer Gathering pada Rabu (13/11) di Raberas Resto Sumbawa. Kegiatan yang dihadiri distributor, kios retailer, petani kunci dan PPL dari Kabupaten Sumbawa dan KSB ini, bertujuan untuk meningkatkan mereka pemahaman mengenai pupuk-pupuk dan produk yang dihasilkan, maupun pengaplikasiannya pada tanah dan kondisi iklim cuaca di dua daerah ini.
Hal itu diungkapkan Manager Partnership PT Pupuk Kalimantan Timur dengan lokasi kerja di Jakarta – Muhammad Burmansyah Kusumadijaya kepada wartawan usai kegiatan. Dijelaskan sejauh ini pihaknya telah membangun kemitraan dengan Dinas Pertanian Sumbawa. Bahkan PT Pupuk Kaltim juga siap membangun kemitraan dengan berbagai pihak terkait lainnya, baik itu perbankan juga asuransi. Itu dilakukan dalam upaya meningkatkan produktifitas petani dan pertanian di Kabupaten Sumbawa dan KSB. Selain itu juga kedepan bisa lebih meningkatkan pendapatan petani, serta pola budidaya pertanian oleh petani-petani bisa menjadi lebih baik. ‘’Seperti yang disebutkan oleh Dinas, ada 20.000 hektar benih jagung dan 37.000 hektar benih padi yang nanti kita akan coba melakukan kemitraan dengan AIP Prisma, Bank BNI, PT Segar Agro Nusantara dan asuransi Jadindo. Diharapkan dengan program kemitraan yang dibina oleh Dinas Pertanian bermitra dengan Pupuk Kaltim itu bisa meningkatkan produktifitas petani dan pertanian di Kabupaten Sumbawa, sehingga target dan juga kebijakan yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Daerah bisa terwujud,’’ tuturnya.
Lebih jauh dijelaskan, salah satu bentuk kemitraan yang akan dijalankan yakni program demplot. Disini Pupuk Kaltim bekerjasama dengan perusahaan benih yakni dari PT Bisi dan perusahaan pestisida obat pertanian yakni PT Tanindo. Selain itu, ada pendampingan bersama di lapangan baik kepada petani demplot maupun petani non demplot. Pihaknya juga menggandeng Bank BNI untuk pencairan KUR dengan bunga lebih rendah dan juga bisa membantu petani untuk mendapatkan input pertanian yang berkualitas dengan hasil panen yang lebih tinggi. Pupuk Kaltim juga menjalankan program kartu tani, dimana data-data dari kartu tani itu akan digandeng dengan perbankan sebagai permodalannya, dan petani yang bermitra dengan Pupuk Kaltim mendapat jaminan hasil panen yaitu padi dan jagung yang bekerjasama dengan Opteker. ‘’Program ini harapannya bisa segera terwujud ditahun 2019 dan 2020,’’ harap Burman.
Selain beberapa program tersebut, pihaknya juga melakukan penyaluran pupuk bersubsidi. Artinya penugasan Pemerintah di tahun 2019 alokasi pupuk urea untuk Kabupaten Sumbawa sebesar 3.400 ton, dan sampai 10 November lalu sudah mencapai 100 persen. Bahkan ada tambahan lagi pupuk urea sebanyak 400 ton. Meskipun jumlah ini jauh dari usulan yang disampaikan oleh Dinas Pertanian Sumbawa. ‘’Untuk itu sangat diperlukan usaha konkrit untuk memberikan pupuk non subsidi yang tentunya lebih berkualitas dan lebih tinggi hasil panennya. Pupuk-pupuk non subsidi ini akan tersedia oleh distributor dan kios-kios, dimana di Sumbawa kita punya 5 distributor dengan 214 pengecer, di Sumbawa Barat ada 1 distributor dengan 38 pengecer yang resmi. Sesuai aturan Pupuk Indonesia adalah kios pupuk lengkap dan memiliki surat perjanjian jual beli (SPJB). Kita mengantisipasi musim tanam raya ini, kita menyiapkan stok-stok pupuk non subsidi, ke tiap kios kita wajibkan menyiapkan 500 kg harus tersedia. Itu selain 400 ton yang dipenuhi,’’ pungkasnya. (MSG)

Baca Juga:  Polsek Lape dan Alumni Fakultas Pertanian Lakukan Tanam Pohon

Komentar

Berita Pilihan