oleh

Prihatin Tingginya Kasus Kekerasan Anak, IISBUD, Dinas P2KBP3A dan LPA Teken MoU

Sumbawa Besar, Media Sumbawa,- Tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi di kabupaten Sumbawa, membuat banyak pihak prihatin. tidak hanya kekerasan fisik tetapi juga kekerasan seksual. Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Samawa Rea (IISBUD Sarea) membangun kerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sumbawa dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) guna mengedukasi masyarakat dalam upaya meminimalisir kasus terhadap anak dan Perempuan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IISBUD Sarea, Joni Firmansyah, S.IP, MIP menyatakan, IISBUD SAREA memiliki dua program studi yang dapat dilibatkan terkait dengan isu-isu tersebut, yaitu Prodi Ilmu Hukum dan Prodi Sosiologi. Prodi Ilmu Hukum dapat mengaktifkan fungsi untuk melakukan pendampingan bagi para korban, sedangkan Prodi Sosiologi melakukan kontrol sosial melalui agenda penelitian dan proyek sosial.
Untuk diketahui ungkap Joni, kolaborasi dengan P2KBP3A Sumbawa dan LPA merupakan komitmen IISBUD Sarea dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian bagi masyarakat. Upaya ini agar tidak terjadi lagi tindak pencegahan terhadap anak yang semestinya untuk dilindungi dan diberi perhatian.
Sementara Kepala Bidang PPPA P2KBP3A Sumbawa, Laeli Febrianti, S.STP., M.Si usai penandatanganan MoU menyatakan, pemerintah sangat terbantu dengan civitas akademika dalam menyukseskan program-programnya. “Kami sangat bersemangat melalui agenda Kuliah Kerja Nyata ini, IISBUD Sarea dapat memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya pertentangan dan kewaspadaan,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Fathiatulrahma, S.Pd – Pekerja Sosial dan Pendamping Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa menjelaskan, perlindungan terhadap anak-anak di Kabupaten Sumbawa marak terjadi. Butuh upaya kongkrit dan aksi nyata untuk menyelesaikan masalah tersebut. Semua elemen masyarakat dapat dilibatkan agar kekerasan terhadap anak dapat diantisipasi (MS/R)

Baca Juga:  2019 Kasus Kebakaran Meningkat

Komentar

Berita Pilihan