oleh

Pengembangan Samota, Kolaborasikan Potensi Kelautan dan Perikanan dengan Pariwisata 

Sumbawa Besar, Media Sumbawa
Kawasan Samota memiliki potensi yang sangat besar. Terhadap pengembangannya, Pemkab  Sumbawa menginginkan kawasan tersebut dapat ditata dan dikelola dengan baik. Sehingga memberikan manfaat serta dukungan terhadap pembangunan masyarakat. Salah satu yang ingin didorong yakni mengkolaborasikan antara potensi kelautan dan perikanan dengan bidang pariwisata.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa – H Junaidi mengatakan, Samota sudah menjadi kawasan Strategis Pariwisata Nasional (SPN). Kemudian Samota juga menjadi cagar biosfer dunia. Dimana terdapat potensi yang besar seperti Pulau Moyo, Teluk Saleh dan Gunung Tambora. ‘’Tiga kondisi ini ingin Pemerintah Kabupaten Sumbawa bagaimana sekarang agar betul-betul Kawasan Samota kita tata dan kelola dengan baik. Sehingga bisa memberikan manfaat atau dukungan terhadap pembangunan masyarakat yang ada di Kabuupaten Sumbawa,’’ ujarnya.
Diakuinya, sebelumnya pihaknya melakukan roadshow investasi dan temu usaha di Jakarta pada September lalu. Dalam pertemuan pihaknya dipertemukan dengan beberapa investor untuk menyampaikan potensi secara keseluruhan Kabupaten Sumbawa dan potensi Samota. Upaya tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa, sehingga para investor berminta dan ingin berinvestasi di kawasan Samota. Hanya saja, dua hal yang diinginkan yakni kemudahan perizinan dan kepatian terkait lahan. ‘’Insya Allah mereka (investor) akan berminat dan ingin berinvestasi di kawasan Samota. Cuma ada beberapa hal yang diminta oleh investor. Yakni kemudahan kaitan dengan perizinan dan kepastian kaitan dengan lahan. Cuma itu diminta oleh mereka. Jika itu bisa dijamin maka mereka akan melakukan peninjauan untuk melakukan investasi di Sumbawa,’’ terangnya.
Pihaknya juga mendorong hal tersebut. Sehingga belum lama ini pihaknya bersama pengusaha muda lokal mengadakan pertemuan Filo (Forum Investasi Lokal) di Prajak. Dalam pertemuan tersebut juga menghadirkan Tim Pengembangan Kawasan Samota termasuk dari Pemda.  Dalam diskusi yang dilakukan, langsung melihat potensi apa yang segera dikembangkan. Salah satunya mendorong pariwisata dengan perikanan. ‘’Kita ketemu di sana dan langsung berdiskusi. Sehingga langsung melihat potensi apa yang segera kita kembangkan. Pertama kita mendorong pariwisata dengan perikanan. Artinya mengkolaborasikan antara potensi kelautan perikanan dengan bidang pariwisata. Inilah yang coba  teman-teman pengusaha muda itu. Nanti merekalah yang akan bergerak memfasilitasi dengan investor dari luar. Ingin mendorong bagaimana kita memulai sekarang ini paling tidak  mengembangkan pariwisata berbasis potensi perikanan,’’ jelasnya.
Hal ini juga yang sekarang dipromosikan oleh Tim Koordinasi Pengembangan Samota. Karena ada harapan pihaknya bersama provinsi ingin mendorong Samota menjadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) dan juga ingin Otorita seperti Batam. ‘’Ini yang sedang dikaji oleh teman-teman provinsi,’’ tandasnya.
Terhadap kawasan Samota ini, ada kewenangan dari Provinsi, Kabupaten Sumbawa maupun Dompu. Kedepannya diharapkan  ada layanan terpadu yang bisa mempermudah investor yang datang dan berkeinginan untuk berinvestasi. Hal ini juga menjadi harapan dari para investor. “Ingin ada satu lembaga yang mengolah langsung kawasan Samota. Sehingga investor kalau mau datang bisa ketemu dengan pengelola itu. Sehingga dia lebih mudah. Mereka itu bagaimana bisa mendapat kepastian pelayanan atau kemudahan sehingga kalau mau berinvestasi di kawasan Samota  cukup datang ke satu tempat. Itu saja yang diminta oleh para investor. Mudah-mudahan ini menjadi upaya-upaya yang kita lakukan untuk percepatan,’’ pungkasnya. (msg)

Baca Juga:  Sumbawa Berduka, Mantan Bupati HM Husni Djibril Tutup Usia

Komentar

Berita Pilihan