oleh

Pemda Tetap Upayakan Pengembangan Kawasan Teluk Santong

Sumbawa Besar, mediasumbawa.com – Pemda Sumbawa tetap memprioritaskan penanganan infrsatruktur untuk mendorong pengembangan sektor pusat perekonomian di tahun 2022 mendatang. Salah satunya terkait dengan rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Santong. Meskipun KEK belum bisa ditindaklanjuti karena dampak covid-19, namun upaya mendapat dukungan dari dunia usaha terus dilakukan.

‘’Rencana KEK Tanjung Santong belum terealisasi karena ada dampak refocusing covid-19. Belum bisa kita tindak lanjut lagi. Tapi pemerintah daerah sekarang mendorong atau sedang berjuang untuk mendapat dukungan dari dunia usaha atau swasta. Yaitu bagaimana memanfaatkan kawasan yang tadinya direncanakan untuk pembangunan KEK,’’ ungkap Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa – H. Junaidi kepada wartawan, Rabu (22/12).

Diakuinya, memang ada penundaan dari Pelindo untuk membangun Pelabuhan Teluk Santong. Karena itu, sembari menunggu proses yang cukup panjang, pihaknya sedang berupaya untuk mendapatkan dukungan dari dunia usaha yang ingin berinvestasi mengembangkan kawasan setempat.  Harapannya Teluk Santong bisa dikejar menjadi kawasan industri. ‘’Kalau menjadi KEK, maka pusat juga ada kewajiban untuk mendukung penganggarannya. Tapi kita tahu kondisinya sekarang, sehingga itulah pemerintah pusat belum mampu memberikan dukungan kaitan dengan mempecepat perizinannya. Jadi, kalau tidak bisa kita kejar untuk menjadi KEK karena prosesnya panjang dan kondisi pusat belum memungkinkan, kita berharap paling tidak bisa menjadi kawasan industri. Kawasan industri inilah kita dorong sekarang untuk bisa mendapatkan dukungan dari dunia usaha dan swasta,’’ terangnya.

Saat ini, pihaknya terus melakukan promosi. Bahkan sekarang juga ada perusahaan dari Korea yang berminat berinvestasi. Dalam pertemuan yang dilakukan belum lama ini, pihaknya meminta kepada calon investor tersebut  untuk membuktikan keseriusannya. ‘’Ada perusahaan dari Korea yang berminat juga sekarang ini. Sudah kita adakan pertemuan seminggu yang lalu. Kita minta kalau memang serius maka segera mengajukan permohonan minatnya. Supaya kita ada bahan untuk evaluasi dan kita nilai apakah layak perusahaan itu ingin memanfaatkan kawasan itu untuk menjadi kawasan industri,’’ pungkasnya. (msg)

Baca Juga:  Ikhtiar Hijaukan NTB, Gubernur Serahkan 100 Ribu Bibit Pohon

Komentar

Berita Pilihan