oleh

Pembayaran Ganti Rugi Lahan Jalan Lingkar Utara Alas Akhirnya Tuntas

Sumbawa Besar, mediasumbawa.com – Pemda Sumbawa akhirnya menuntaskan pembayaran ganti rugi tahap ke III untuk penadaan tanah bagi rencana pembangunan jalan lingkar utara Alas. Penuntasan tersebut dilakukan pada Senin (24/5) di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa.

Pengadaan tanah untuk pembangunan jalan lingkar utara Alas ini menggunakan 125 bidang tanah, yang telah terbayar lunas sebanyak 42 bidang. Adapun sisanya sebanyak 83 bidang dituntaskan pada pembayaran tahap III. Nilai Total pembayaran ganti kerugian untuk 125 bidang tanah berdasarkan hasil perhitungan appraisal KJPP SIH Wiryadi dan rekan sebesar Rp. 20.523.484.799. Dari jumlah tersebut telah dibayarkan pada tahap I pada tahun 2018 sebesar Rp. 6.000.000.000, kemudian tahap II pada tahun 2019 sebesar Rp. 7.500.000.000, dan tahap III tahun 2020 sebesar Rp. 799.999.999, dan lanjutan tahap III tahun 2021 dituntaskan pembayarannya sebesar Rp. 6.223.484.800.  

Dengan dituntaskannya pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah tersebut, diharapkan pembangunan jalan lingkar utara Alas dapat dilakukan dengan lancar tanpa adanya kendala terkait pengadaan tanah. Hal ini juga dalam rangka menjalankan amanah Undang-Undang dan regulasi terkait lainnya bahwa pengadaan tanah untuk kepentingan umum bertujuan menyediakan tanah bagi pelaksanaan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa, dengan tetap menjamin kepentingan hukum yang berhak. ‘’Alhamdulillah akhirnya pembayaran ganti rugi untuk lahan di jalan lingkar utara Alas ini akhirnya bisa kita (Pemda Sumbawa, red) tuntaskan,’’ demikian Sekda Sumbawa – H Hasan Basri dalam sambutannya.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah bersama Jajaran Dinas PRKP, Tim Supervisi Pengadaan Tanah, Kepala Desa dan masyarakat pemilik tanah ini merupakan tindaklanjut dari proses pembayaran ganti kerugian tahap I yang telah dilaksanakan pada tahun 2018 dang ganti kerugian tahap II pada tahun 2019. (msg/***)

Baca Juga:  Datangi Dewan, Masyarakat Empang Pertanyakan Pola Distribusi Pupuk

Komentar

Berita Pilihan