oleh

Pelajaran Jarak Jauh (PJJ) Di Masa Covid-19 Menyulitkan Guru Siswa Dan Orang Tua

Keharusan berada di rumah membuat anak-anak disebagian daerah di Indonesia belajar di rumah. Banyak orangtua,siswa dan guru yang kaget,ada juga yang tidak punya gadget seperti hp apalagi laptop. Akibatnya, komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) menerima pengaduan sejumlah orang tua siswa yang mengeluhkan tugas-tugas yang dibagikan guru secara daring (online). Hal ini justru mengakibatkan anak-anak stres karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari gurunya.

Banyak guru yang gagal paham dengan maksud PJJ atau home learning. Padahal,maksud dari PJJ atau bisa disebut belajar dari rumah sesungguhnya adalah memberikan aktivitas belajar rutin kepada lara siswa agar tetap terbiasa belajar. Sehingga ketika masuk sekolah kembali bersemangat belajarnya tidak padam dan materi pembelajaran tidak tertinggal.

Namun fakta yang terjadi berdasarkan laporan,anak-anak mendapatkan banyak tugas yang dikerjakan di rumah. Karena semua guru bidang studi memberikan tugas yang butuh dikerjakan lebih dari 1 jam akibatnya,tugas semakin menumpuk dan anak-anak jadi kelelahan.

KPAI menyayangkan Kemendikbud dan Dinas-dinas Pendidikan tidak melakukan edukasi terlebih dahulu kepada para guru dan sekolah ketika ada kebijakan belajar di rumah selama 14 hari. Kalau sudah ada persiapan,semestinya tidak terjadi penumpukan tugas yang justru memberatkan anak-anak.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud Nadiem Makarim akui belajar di rumah atau PJJ menggunakan pembelajaran online di masa pandemi ini memang sangat menyulitkan. Banyak orang tidak menyadari,kita tidak dalam situasi belajar dari rumah melalui PJJ karena kita mau. Situasi belajar dari rumah karena terpaksa,ada krisis kesehatan.

Akan tetapi, PJJ secara online memiliki berbagai dampak positif dan negatif bagi anak-anak dan sekitarnya.

Dengan adanya proses PJJ anak-anak akan belajar apa yang ingin mereka pelajari,tidak ada banyak waktu dan darmawisata sekolah yang menghabiskan sumber daya,tidak ada lagi makanan dari kafetaria,tidak ada lagi penggangu atau bully di sekolah,serta tidak ada lagi tekanan untuk anak-anak dengan ujian yang seringkali mendadak. Namun,dengan ada proses PJJ ini,membuat anak-anak kurang berinteraksi dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Dengan anak-anak tidak disibukan dengan dalam kelompok-kelompok sosial dan kegiatan,mereka bisa menjadi pemalu disekitar orang-orang lain. Untuk mencegah hal ini terjadi,dengan cara menghubungi ibu-ibu lain dan mengatur jadwal bermain terkadang dapat membantu anak-anak untuk belajar dan menguasai keterampilan sosial mereka. Ingat bahwa manusia adalah makhluk sosial dan berinteraksi dengan anak-anak seusinya sangat penting untuk anak-anak agar menjadi orang dewasa yang hebat.

Baca Juga:  Penyuluhan Nutrisi Seribu Hari Pertama Kehidupan Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita di Desa Penyaring

Opini

Penulis : Wandi Rizaldi

Nim    : 2019B1B076

Kelas  :  C

Prodi  :  Administrasi Publik     

Komentar

Berita Pilihan