oleh

Ketua DPRD Sesalkan Toko Berjejaring Tidak Menjual Produk UKM

Sumbawa Besar, Media Sumbawa
Ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Smbawa terhadap keberadaan took berjejaring cukup tegas, dimana syaratkan dalam prakteknya ahrus mampu menampung dan menjual produk local hasil UMKM. Namun pada prakteknya tidak ditemukan produk lokal yang dipasarkan toko berjejaring yang ada di kabupaten Sumbawa.
Ketua DPRD Sumbawa Abdul Rafiq yang dikonfirmasi media ini (19/11/2019) mengatakan bahwa, hingga kini dirinya belum melihat adanya satupun produk lokal yang muncul dan diterima di pasar berjejaring seperti Alfamart dan Indomaret padahal ini sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).
“ Produk UMKM milik masyarakat Sumbawa seperti kopi Tepal, kopi Ropang, kopi Marente, pengharum ruangan Marente begitu juga madu Marente, madu Ropang belum juga muncul di Alfamart maupun Indomart padahal kalau mengacu pada Perda, wajib hukumnya potensi lokal itu dimasukkan di pasar berjejaring,’’Terang Rafiq

Abdul Rafiq-Ketua DPRD Sumbawa

Di Desa Marente Kecamatan Alas, UMKM setempat telah memproduksi pengharum mobil dari biji kopi yang sejauh ini diketahui bahwa produk pengharum tersebut berasal dari luar saja tapi saat ini masyarakat Desa Marente sudah bisa memproduksi Pengharum ruangan dan kualitas dari sisi harum itu natural sekali dan terbuat dari kopi agal. Artinya produk lokal bisa bersaing dengan produk luar daerah, jelas Rafiq.
Dengan hadirnya pengusaha lokal yang menjual potensi daerah ini diharapkan Dinas terkait dalam hal ini Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan untuk bisa melakukan pembinaan. Perlu juga dilakukan penajaman kualitas dari produk lokal yang dihasilkan.
“Ketika semua wilayah telah ada pelaku-pelaku ekonomi seperti ini, kami yakin dengan pembinaan yang baik pasti akan ada multiplier effect yang sangat besar didapatkan oleh pelaku usaha ini cuman sekarang bagaimana peran Dinas terkait memberikan penajaman kembali terkait dengan kualitas terhadap produk lokal tersebut, apakah keaslian dan kualitas yang perlu dipertahankan, bagaimana model kemasan yang baik sehingga nantinya bisa bersaing dengan produk-produk diluar Kabupaten Sumbawa. Hal Ini menjadi PR besar bagi teman-teman di Diskoperindag,’’ terang Rafiq.
menurutnya kualitas dari produk lokal Sumbawa tidak kalah dengan daerah luar. Salah satunya kopi Tepal, kemasannya sama dengan kopi Toraja, kopi Bali dan lainnya. Sehingga tidak ada alasan produk lokal ini tidak ditampilkan di pasar berjejaring. (MS/cr)

Baca Juga:  NTB Peroleh SK Perhutanan Sosial 14.800 Ha

Komentar

Berita Pilihan