oleh

Gubernur NTB Ajak Pemuda Buat Perubahan

Mataram, – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah menghadiri acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura) Nusa Tenggara Barat, berlangsung di Same Hotel, Mataram, Rabu 16 Juni 2021.

Dalam sambutannya, Gubernur sedikit menceritakan kisah seorang petani yang pulang dari Sawahnya kemudian menemukan telur. Petani itu terkejut campur gembira, karena berfikir mempunyai lauk makan siang. Namun ketika melihat bentuknya ternyata bukan telur biasa melainkan telur se ekor Elang.

Petani itu langsung pulang, setiba di Rumahnya, petani itu berfikir, apakah telur itu akan dirusak lalap makan siang atau di eramkan, kebetulan petani itu juga memelihara ayam eram. Akhirnya petani itu memutuskan untuk eramkan. Dalam perjalanan waktu, telur tersebut berproses.

“Ayam itu tidak pernah berfikir darimana telur itu berasal, yang penting di erami dengan penuh kasih sayang, akhirnya menetas jadilah anak elang, ketika anak elang itu berbagi makanan dengan anak ayam, malah induknya membagi rata,” ungkap Gubernur.

Seiring berjalannya waktu lanjut cerita Gubernur, bentuk tubuh elang juga beda, mulai panjang, sayapnya lebar, tapi elang ini berperilaku sama seperti anak ayam lainnya, akhirnya elang tidak sanggup melebarkan sayapnya, padahal kalau mencoba melepaskan sayap mungkin bukan satu gunung dan lembah bisa dilewati.

“Cerita ini memberikan pelajaran bahwa lingkungan itu sangat mempengaruhi cara kita memandang dan berfikir,” kata dia.

Artinya, banyak orang-orang hebat di NTB ini, sebenarnya mereka adalah elang, tapi karena di erami oleh ayam, akhirnya gisa bisa terbang.

“Cerita sederhana ini, sangat bagus maknanya bahwa lingkungan itu sangat mempengaruhi pola pikir seseorang. Oleh karena itu, pemuda harus membuat perubahan, lebarkan sayap,” ujarnya.

Baca Juga:  Temu AHY-Bang Zul, Bukan Hanya Pertemuan Dua Sahabat, Tapi Teman Diskusi Soal Bangsa dan Negara

Ketua umum DPP Gemura, Yunda Ketum Octasari Sabil menyampaikan, Gemura ini merupakan sayap Partai Hanura. Namun tahun 2017, mengambil sikap keluar dari Partai Hanura dengan alasan tidak sesuai  nurani pemuda, pada akhirnya berdiri independen.

“Acara ini pelantikan ini kami sengaja buat tema dari pulau seribu masjid untuk indonesia raya, karena tidak menutup kemungkinan presiden masa depan berasal dari NTB,” ungkapnya.

Octasari Sabil mengaku sangat membanggakan Dr Zul, dan Fahri Hamzah karena kedua tokoh ini, kalau mengatakan tidak maka tetap berpegang tidak dan  sebaliknya.

Octasari ingin menjadikan pemuda yang bernurani dan ingin memunculkan tokoh muda yang memiliki ilmu akhlak, iman dan keyakinan.(ms/DiskNTB/17)

Komentar

Berita Pilihan