oleh

Distrubusi 400 Ton Pupuk Tidak Jelas

SUMBAWA BESAR, Media Sumbawa
Tercatat, realisasi pupuk bulan September hingga Oktober di Kecamatan Empang mencapai Sekitar 400 ton. Namun dalam limit waktu dua bulan tersebut praktis tidak ada kegiatan petani yang membutuhkan pupuk di Kecamatan Empang. Sehingga diduga, 400 ton pupuk tersebut tidak jelas keberadaannya.
“Empang jatah kita di lahan basa untuk urea target 2.938 ton. Realisasi September-Oktober 400 ton, padahal tidak ada tanaman. Kemana pupuk ini kalau ada di pengecer, petani maka aman. Tapi saya rishi kalau ternyata ini keluar (daerah, red),” kata Syirajuddin, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sumbawa, di DPRD Sumbawa saat melakukan pertemuan dengan petani Kecamatan Empang, Kamis (12/12).
Ditegaskan, dalam waktu dekat akan mengumpulkan para pengecer dan distributor di Kecamatan Empang untuk meminta klarifikasi keberdaan 400 ton urea tersebut. “Saya akan turun, cari dimana posisi barang. Jangan sampai diberikan kepada kelompok yang punya RDKK. Sedangkan sekarang tidak semua kelompok punya RDKK bisa dapat pupuk,” tegasnya.
Ditempat yang sama, anggota DPRD Sumbawa dari Dapil II, Irwandi menduga, 400 ton pupuk urea tersebut tidak berada di lahan basah sesuai peruntukkan. Namun berada diareal buka lahan baru untuk tanaman jagung. “Kalau kita mau cari, cari di hutan. Ditangan orang atau kelompok orang yang tidak memiliki RDKK,” katanya.
Sehingga ia meminta, UPT pertanian memperkuat fungsi pengawasan terhadap penyaluran pupuk, agar sesuai dengan yang dihajatkan. “Pembuatan RDKK mudah, dan ada penambahan setiap tahun. Ini barang diduga lari ke hutan, ke orang yang tidak memiliki RDKK. Ini karena Minim pengawasan KUPT lemah. Dimimta kontrol, jangan mendzolimi masyarakat,” uapnya. (MS/MU)

Baca Juga:  Pembangunan Pasar Seketeng Capai 70 Persen

Komentar

Berita Pilihan