oleh

Aksi Ilegal Fishing Ancaman Bagi Perairan Teluk Saleh

Sumbawa Besar, Mediasumbawa.com
Kapolres Sumbawa – AKBP Widy Saputra S.IK., MH menilai perairan Teluk Saleh menjadi salah satu wilayah terawan terjadinya aksi ilegal fishing. Hal tersebut disampaikannya dalam press release, Senin (5/4) di Press Conner Polres setempat.
“Dari hasil Patroli Polairud, itu bisa dikatakan banyak terjadi pengeboman. Bisa juga dikategorikan rawan. Karena jauh dari jangkauan kapal kita,” ungkapnya kepada wartawan.
Dikatakan Widy akrab Kapolres disapa, ada beberapa kendala dalam memantau aksi oknum nelayan ilegal fishing tersebut. Seperti sedikitnya fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) atau Polairud, dibandingkan dengan luasnya wilayah perairan yang harus diawasi. “Kemampuan kapal kita kurang makasimal. Kapal cuma dua, sedangkan perairan kita cukup luas,” tambahnya.
Menurutnya, selain teluk saleh, perairan sebelah utara Kabupaten Sumbawa juga menjadi daerah rawan terjadinya ilegal fishing. “Pulau Panjang, termasuk rawan karena masih banyak pelabuhan tikus,” terangnya.
Disebutkannya, pada Kamis 25 Maret 2021 lalu, Sat Polairud Polres Sumbawa berhasil menangkap satu terduga ilegal fishing berinisial A alias T warga Kecamatan Moyo Hilir. Terduga ditangkap saat sedang menangkap ikan dengan bahan peledak di Wilayah Teluk Saleh, Pulau Liang Tanjung Suda.
Adapun barang bukti yang berhasil disita berupa 7 botol berisikan racikan bahan peledak, detonator, bahan-bahan peledak, kompresor, dan alat selam. Terhadap terduga akan dijerat pasal 84 undang-undang  nomor 45 tahun 2009 terkait menyalahi proses penangkapan ikan menggunakan bahan peledak, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.
Terhadap hal ini pun pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencegah adanya aksi serupa. “Untuk mengantipasi, dari kita sendiri memberikan himbauan kepada masyarakat nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan sesuaikan dengan peraturan. Jangan gunakan bahan-bahan yang dilarang oleh aturan. Kita juga sampaikan melalui Bhabinkamtibmas yang tersebar di 165 Desa/Kelurahan,” pungkasnya.
Jaga Ekosistem Laut
Sementara itu, Kasubnit Binmas Air Sat Polair Polres Sumbawa – Aipda Hendra Jaya mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ekosistem bawah laut. Tentunya dengan cara tidak melakukan kegiatan positif, dengan tidak merugikan wilayah perairan yang ada.
Hal itu disampaikan Kasubnit Binmas Air Sat Polair Polres Sumbawa – Aipda Hendra Jaya saat melakukan patroli diwilayah Dermaga Pantai Goa. Patroli tersebut dipimpin Kanit Patroli Ipda Nurwakit bersama anggota Binmas Air.
Dalam giat itu, personel Polisi sambil  membagikan masker memberikan himbauan  masyarakat yang sedang beraktifitas di dermaga dan diatas kapal agar selalu mengutamakan keselamatan pada saat kerja di laut, mengenakan life jacket dan selalu berhati-hati untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Pihaknya juga menghimbau masyarakat agar selalu selalu waspada terhadap cuaca alam, dengan tetap mengutamakan keselamatan, tidak mengkonsumsi miras,  tidak membuang sampah di laut, tidak melakukan pencarian ikan dengan cara mengebom yang bisa merusak ekosistem. Terlebih lagi, ditengah pandemi covid-19 saat ini, masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan dengan terapkan 5M.
Tempat terpisah, Kasat Polair Polres Sumbawa – AKP Alosius Ignasius mengatakan, giat Binmas Air rutin dilaksanakan guna menciptakan sitkamtibmas yang aman kondusif dan mencegah gangguan kamtibmas di perairan. ‘’Kita juga membagikan masker di masyarakat guna  mencegah penyebaran covid-19  untuk wujudkan kampung sehat,’’ pungkasnya. (msg/r)

Baca Juga:  Antisipasi Tindak Pidana, Polsek Rhee Gelar Patroli Blue Light

Komentar

Berita Pilihan