Festival Tunas Bahasa Ibu Upaya Menumbuhkan Kecintaan Generasi Muda Terhadap Bahasa Daerah

Sumbawa, mediasumbawa.com- Bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas, jati diri, dan kekayaan budaya suatu daerah. ‘Bahasa Samawa’ sebagai bahasa ibu masyarakat Sumbawa memiliki nilai sejarah, sosial, dan budaya yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus.

Demikian dikatakan Budi Sastrawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu yang dijadwalkan 15-18 Oktober 2026 di UPT. Museum Daerah kabupaten Sumbawa.

‎Namun kata Kadis Dikbud, perkembangan zaman dan perubahan pola komunikasi di kalangan generasi muda menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlangsungan penggunaan bahasa daerah. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata dan berkelanjutan melalui dunia pendidikan, komunitas budaya, keluarga, dan masyarakat.

‎‎Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, bersastra, dan berekspresi melalui budaya lokal.

‎Pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu ini dimaksudkan sebagai upaya memperkuat pelestarian dan revitalisasi bahasa Samawa melalui jalur pendidikan dan kegiatan kebudayaan.

Meningkatkan kecintaan dan kebanggaan peserta didik terhadap bahasa Samawa sebagai bahasa ibu.

‎Mendorong penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

‎Mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuan peserta didik dalam bidang bahasa dan sastra daerah.

‎Menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya lokal.

Memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan Panre Satera dalam pelestarian bahasa dan sastra Samawa.

‎Peserta pada FTBI tahun ini diikuti jenjang SD/MI dan SMP/MTs dengan mata lomba, Baca Puisi Basa Samawa, Batuter,Menulis Cerpen, Basakeco,Satera Jontal, Bagesa dan Pidato Bahasa Samawa.

‎‎”Melalui kegiatan ini, peserta didik diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan kecintaan mereka terhadap bahasa daerah melalui berbagai cabang lomba yang telah ditetapkan oleh panitia, ” Terang Kadis.

‎#kerja sama dengan Panre Satera.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah melalui UPT. Museum Daerah Kabupaten Sumbawa dengan Panre Satera sebagai mitra dalam penguatan pelestarian bahasa, sastra, dan budaya Samawa.

‎”Kami memandang bahwa pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan komunitas, pemerhati bahasa, budayawan, dan seluruh elemen masyarakat, ” harap Kadis Dikbud

‎‎Oleh karena itu lanjut Kadis Dikbud, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pelaksanaan kegiatan, memperluas partisipasi generasi muda, serta mendorong tumbuhnya lingkungan yang mendukung penggunaan bahasa Samawa secara berkelanjutan.

‎‎”Kami menyampaikan apresiasi kepada Panre Satera atas kerja sama dan kontribusinya dalam mendukung upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah di Kabupaten Sumbawa, “ungkap Budi Sastrawan

‎Kami berharap Festival Tunas Bahasa Ibu tidak hanya menjadi kegiatan perlombaan yang dilaksanakan pada waktu tertentu, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun gerakan bersama dalam melestarikan bahasa Samawa.

‎”Kami mendorong seluruh satuan pendidikan agar terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar, menggunakan, dan mengembangkan bahasa daerah. Para guru dan orang tua juga diharapkan dapat menjadi teladan dalam memperkenalkan serta membiasakan penggunaan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari, “terang Kadis dengan menambahkan,  Ke depan, upaya pelestarian ini perlu dilaksanakan secara berkesinambungan melalui kegiatan pembelajaran, pengembangan bahan ajar, kegiatan ekstrakurikuler, festival bahasa daerah, serta kolaborasi dengan komunitas dan pelaku budaya.

‎‎Dengan demikian, bahasa Samawa tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi masa kini dan masa depan.(ms/*)

‎

Comment