Perempuan Tangguh di Balik UMKM yang Mendunia: Kisah Mitra AMMAN dari Sumbawa dan Lombok

NTB82 views

Sumbawa Barat, mediasumbawa.com- 22 April 2026 – Di Nusa Tenggara Barat, dari Sumbawa Barat, Sumbawa, hingga Lombok Timur, tersimpan kisah-kisah tangguh dari tangan-tangan masyarakat yang menolak untuk sekadar diam. Ini bukan hanya cerita tentang berjualan produk, melainkan sebuah perjalanan transformasi, bagaimana usaha rumahan dari dapur sempit kini mampu menyapa etalase internasional dengan penuh percaya diri.

Perempuan Tangguh di Balik UMKM yang Mendunia: Kisah Mitra AMMAN dari Sumbawa dan Lombok

Melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, para pelaku UMKM di Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Lombok Timur tersebut membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, potensi lokal bisa menjadi kekuatan global yang lebih lestari dan berdampak luas.

Ibu Zakia & Bakso Emak Seteluk, Hadirkan Rumah di Tanah Rantau

Bagi masyarakat Kecamatan Seteluk, Sumbawa Barat, nama Ibu Zakia adalah sosok di balik kehangatan Bakso Emak. Namun, untuk sampai di titik ini, perjalanannya tidaklah instan. Saat ditemui, beliau mengenang masa-masa awal saat usahanya hanya berputar di lingkungan sekitar dengan kemasan plastik polos tanpa identitas.

“Dulu, tantangan terberat adalah bagaimana agar orang tahu bakso kami punya rasa yang tulus. Langkah kami terasa pendek karena pemasaran yang hanya di situ-situ saja,” ungkap Ibu Zakia.

Titik balik hadir saat ia bersinggungan dengan program pelatihan dari AMMAN. Di sana, ia belajar bahwa bisnis bukan hanya soal rasa, tapi juga soal ‘wajah’. Dengan sentuhan branding dan pengelolaan digital, Bakso Emak kini melebarkan sayap hingga ke Hong Kong. Di sana, Bakso Emak menjadi pengobat rindu bagi para warga Indonesia dan daya tarik baru bagi warga lokal.

“Melihat bakso kami laku keras dengan harga yang jauh lebih tinggi di Hong Kong adalah momen yang menggetarkan hati kami,” kenangnya. Kini, dampaknya berbalik ke rumah. Wisatawan mancanegara seringkali sengaja mengambil rute ke Seteluk hanya untuk mencicipi langsung dari sumbernya. Usaha Ibu Zakia pun kini merangkul 10 ibu tunggal agar mereka bisa menyekolahkan anak-anak mereka.

Ibu Fitria & Bale Seafood: Ikan Bage’ yang Melintasi Benua

Bergeser ke pesisir Labuhan Jontal, Sumbawa, Ibu Fitria adalah sosok yang berhasil menggali potensi besar di belakang rumahnya. Dari produksi awal 5 kg, ia kini mengolah hingga 40 kg Ikan Bage’ (ikan asin khas Sumbawa) di setiap produksinya.

Transformasi nyata dirasakan saat Ibu Fitria bergabung dalam program Bale Berdaya oleh AMMAN. Pendampingan intensif yang diterimanya laksana memiliki konsultan bisnis pribadi. Dari mika sederhana, produknya kini menggunakan kemasan vacuum aluminum foil yang elegan dan tahan lama—kunci utama produknya tetap segar meski menempuh perjalanan ribuan kilometer.

“Kualitas Ikan Bage’ kami ternyata mampu melintasi batas negara. Saat ini, kami rutin mengirim stok ke Hong Kong, Malaysia, Singapura, hingga Taiwan melalui jaringan reseller,” tutur Ibu Fitria.

Keberhasilan menembus pasar internasional ini bermula dari kekuatan jejaring. Di Malaysia dan Singapura, produk ini masuk melalui pintu komunitas yang merindukan cita rasa otentik pesisir Plampang. Keberhasilan ini membuktikan bahwa packaging (kemasan) dan rebranding yang tepat mampu mengubah produk tradisional menjadi oleh-oleh premium yang dicari dunia.

Ibu Saehun & Black Garlic: “Diplomasi Bawang di Meja Global”

Di kaki Gunung Rinjani, Lombok Timur, keajaiban muncul dari tangan Ibu Saehun melalui olahan Black Garlic. Dari kemasan transparan biasa, kini produk kebanggaan Ibu Saehun bersanding sejajar dengan merek ternama di supermarket besar. Melalui program Bale Berdaya, ia belajar bahwa kejujuran dan disiplin administrasi adalah fondasi kesuksesan.

Momen mengharukan terjadi saat wisatawan dari Meksiko dan Rusia mencicipi langsung produk ini dan seketika menawarkan kerja sama. Respon positif mereka menjadi bukti bahwa bawang putih lokal Sembalun memiliki nilai tambah yang sangat tinggi di mata dunia.

“Mimpi besar saya adalah melalui Black Garlic ini, bawang putih Sembalun dapat kembali berjaya dan memakmurkan petani lokal. Jika jatuh satu kali, bangkitlah sepuluh kali,” pesan Ibu Saehun dengan penuh semangat.

Tak hanya soal bisnis, usaha Ibu Saehun memberdayakan lansia hingga lulusan sarjana lokal, memastikan bahwa kemajuan ekonomi dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat di Lombok Timur.

Menanam Benih, Memanen Keberlanjutan

Keberhasilan Ibu Zakia, Ibu Fitria, dan Ibu Saehun adalah bukti nyata bahwa program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan AMMAN bukan sekadar bantuan sesaat. Ini adalah upaya transformasi berkelanjutan yang menyentuh aspek paling fundamental: mentalitas, legalitas (usaha dan produk), hingga akses pasar.

Dengan memberikan ‘alat’ dan ‘peta’ melalui pelatihan branding, digitalisasi, dan tata kelola bisnis, AMMAN telah membantu para pelaku UMKM ini mengubah tantangan menjadi peluang internasional. Inilah wajah baru UMKM Indonesia, yang tidak hanya bangga dengan akar lokalnya, tetapi juga percaya diri melangkah di panggung dunia, menciptakan masa depan yang lebih cerah dan lestari bagi komunitasnya.

Komentar