H. Zohran Minta Pemerintah Pusat Lirik ‘Jaran Pusang’ Sebagai Potensi Sumber Air Pertanian

Ekonomi193 views

JAKARTA.– mediasumbawa.com – Komisi II DPRD Sumbawa melakukan kunjungan kerja ke Kementrian Pertanian. Komisi II DPRD Sumbawa menggelar pertemuan dengan Direktorat Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya Air, Rabu (15/4/2026) di Jakarta.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, SH, mengemukakan beberapa hal terkait kondisi pertanian Sumbawa. Ia menekankan bahwa keberhasilan peningkatan produksi pangan di Kabupaten Sumbawa sangat bergantung pada ketersediaan air yang konsisten, bukan sekadar perluasan lahan.

Peran strategis Kabupaten Sumbawa sebagai lumbung pangan.Dimana, Sumbawa menyumbangkan sekitar 20% kebutuhan pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

‎”Target kita adalah meningkatkan kontribusi itu menjadi 30 persen. Caranya bukan hanya dengan mencetak sawah baru, tapi memastikan lahan yang sudah ada memiliki sumber air yang cukup, jangan sampai kita cetak sawah tapi airnya tidak tersedia,” tegas H. Zohran.

H. Zohran juga mendorong pemerintah pusat untuk melirik potensi sumber air di Jaran Pusang yang dinilai mampu mengairi wilayah Plampang, Muer, hingga Selante. Menurutnya, program konservasi air seperti cekdam, embung, dan perpompaan air tanah harus dialokasikan lebih banyak ke Sumbawa mengingat karakteristik wilayahnya yang memiliki banyak lahan kering.

Ia juga menyoroti infrastruktur pendukung bendungan besar yang sudah ada yaitu Bendungan Beringin Sila, H.Zohran mendesak agar pembangunan irigasi primer dan sekunder segera dituntaskan agar manfaat bendungan bisa dirasakan maksimal oleh petani.

‎Terhadap Komoditas Unggulan, meski mendukung pengembangan bawang merah melalui program UPLAND, ia mengingatkan agar komoditas tersebut tidak menggeser dominasi padi sebagai pilar ketahanan pangan.

‎Kapoksi Direktorat Konservasi Air, Ibu Risda, mengakui ketajaman analisis H. Zohran. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026, pemerintah pusat telah mengalokasikan 256 unit irigasi perpompaan, 19 unit irigasi perpipaan, 21 unit pengelolaan air/konservasi.

“Pertanyaan Pak Zohran sangat kritis. Untuk cekdam dan dam parit, kami akan prioritaskan melalui pola swakelola agar petani memiliki rasa memiliki yang tinggi. Kami juga meminta DPRD mengawal pelaksanaan 21 kegiatan yang sudah masuk, agar Sumbawa bisa terus menjadi prioritas di tahun-tahun mendatang,” ujar Ibu Risda.

‎Terkait program UPLAND yang akan berakhir, H. Zohran bersama rombongan DPRD yang dipimpin oleh Ketua DPRD H.M. Berlian Rayes memastikan bahwa keberhasilan program ini di Sumbawa—khususnya pada komoditas bawang merah—harus tetap berkelanjutan melalui koperasi dan dukungan dana desa maupun APBD, meski masa kontrak pusat berakhir pada 2026.
‎Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi II I Nyoman Wisma, serta jajaran anggota Komisi  lainnya seperti Ida Rahayu SAP , Muhammad Zain SIP, Juliansyah SE serta Anggota Komisi III Andi Rusni SE.MM, H Rusdi dan Ketua Komisi IV Muhammad Takdir, SE.M.M.Inov, didampingi Sekdis Pertanian  Mukhlis dan Kabag Perekonomian Setda Sumbawa. Ivan Indrajaya ST MM bersama Staf Ahli DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Ma’ruf Rahmat SP.(Msx)

Komentar