Bupati Sumbawa Apresiasi Pentas Budaya ‘Sedeka Ponan’

Sumbawa88 views

Sumbawa Besar, mediasumbawa.com- Suasana Dusun Malili, Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir, tampak semarak pada Sabtu malam (31/1/2026). Ratusan warga memadati lokasi Pentas Seni Budaya Sedeka Ponan (Sumbawa, red) , sebuah perhelatan adat yang dirayakan dengan penuh kegembiraan melalui ragam pertunjukan seni tradisi Samawa. Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP yang menyaksikan langsung jalannya acara bersama masyarakat.

‎‎Pentas seni budaya ini menjadi ruang temu lintas generasi, tempat tradisi dan ekspresi seni bertemu dalam suasana akrab dan membumi. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, perwakilan LATS, Ketua Lembaga Adat Ponan, Camat Moyo Hilir, Camat Moyo Utara, Para Kepala Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda.

‎Ketua Panitia sekaligus Ketua Lembaga Adat Ponan, Drs. H. Amrullah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri sekitar 200 undangan. Ia menjelaskan, Lembaga Adat Ponan telah berjalan sejak tahun 2004 dan secara konsisten melaksanakan Sedeka Ponan setiap tahun dengan sistem rotasi lokasi di tiga dusun, yakni Dusun Poto, Dusun Bekat, dan Dusun Malili. Tahun ini menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya Lembaga Adat Ponan menerima bantuan dana sebesar Rp60 juta dari Bupati Sumbawa sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya.

‎Rangkaian pentas seni malam itu menghadirkan berbagai sanggar dan komunitas seni lokal. Sanggar Seni Buin La Jendre, Sanggar Seni Matano dari Dusun Poto, Sanggar Seni Bulaeng, Samawa Etnis, Sanggar Nisung Gali dari Kecamatan Lape, hingga penampilan Rajasua Band, silih berganti memukau penonton. Tepuk tangan dan sorak warga mengiringi setiap penampilan, menciptakan suasana meriah yang sarat kebanggaan akan identitas budaya Tau Samawa.

‎Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Sedeka Ponan yang dikemas melalui pentas seni budaya. Menurutnya, Sedeka Ponan bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi warisan agraris yang mengandung nilai syukur, kebersamaan, dan kecintaan terhadap alam. Ia menilai kegiatan ini sangat menarik dan layak didorong sebagai bagian dari kalender event pariwisata daerah, karena mampu menghadirkan seni, adat, dan partisipasi masyarakat dalam satu kesatuan yang hidup.

‎Bupati juga menegaskan bahwa nilai Sedeka Ponan sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program Sumbawa Hijau Lestari, yang dijalankan lewat berbagai kegiatan Safari Sumbawa Menanam. Pesan menjaga keseimbangan alam, menurutnya, akan semakin kuat ketika disampaikan melalui media seni dan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

‎‎Pentas Seni Budaya Sedeka Ponan di Dusun Malili pun berlangsung dalam suasana hangat, meriah, dan penuh pesona. Di bawah cahaya lampu panggung dan kebersamaan warga, tradisi Sedeka Ponan kembali menegaskan dirinya sebagai ruang syukur dan ekspresi budaya yang terus dirawat, diwariskan, dan dirayakan bersama oleh masyarakat Sumbawa.(MS/SP)

Komentar