‎Optimalkan Target PAD, Komisi II DPRD Sumbawa Usulkan Pembentukan Tim Terpadu

Sumbawa48 views

‎Sumbawa, mediasumbawa.com– Upaya peningkatan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Sumbawa terus dicarikan solusi hingga strategi yang tepat. Termasuk dengan langkah membentuk tim terpadu. hal ini diyakini, bisa meraup PAD yang optimal.

‎Demikian usulan Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa H. Zohran, S.H.,Dalam Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah yang digelar Rabu (14/1/2026) di DPRD Sumbawa.

‎Ditegaskan H. Zohran, untuk mewujudkan visi Bupati dalam optimalisasi PAD, diperlukan perubahan pola kerja dari yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri menjadi kolaborasi lintas sektor.

‎Politisi senior NasDem ini optimis, jika kebocoran anggaran diminimalisasi dan sinkronisasi data antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan maksimal, angka PAD Sumbawa bisa melonjak signifikan.

‎”Tahun ini PAD kita berada di angka Rp243 Miliar. Saya yakin dengan kerja keras dan kolaborasi, tahun 2026 kita bisa tembus di angka Rp300 Miliar. Syaratnya, semua kebocoran di OPD harus disinkronkan dan diminimalisasi,” tegas H. Zohran di hadapan jajaran pimpinan OPD yang hadir.

‎Rekomendasi Pembentukan “Tim Optimalisasi PAD”

‎Sebagai langkah nyata, Komisi II secara resmi merekomendasikan pembentukan Tim Terpadu Optimalisasi PAD. H. Zohran merujuk pada keberhasilan daerah lain yang telah lebih dahulu menerapkan sistem tim kolaboratif untuk menggenjot pendapatan.

‎Optimalkan Target PAD, Komisi II DPRD Sumbawa Usulkan Pembentukan Tim Terpadu

“Kami merekomendasikan agar segera dibentuk Tim Optimalisasi PAD. Seluruh OPD harus berkolaborasi di bawah koordinasi Bapenda. Dari hasil kunjungan kerja kami ke daerah lain, mereka sangat optimal setelah membentuk tim seperti ini,” jelasnya.

‎Menurutnya, keberadaan tim ini nantinya akan berfungsi untuk memastikan tidak ada korelasi yang terputus antar OPD pengampu pendapatan, juga melakukan penilaian (appraisal) yang objektif terhadap potensi pajak dan retribusi daerah.

‎Demikian pula dengan melakukan pengawasan bersama untuk memastikan setiap potensi pendapatan masuk ke kas daerah secara utuh.

‎H. Zohran menyayangkan laporan capaian beberapa sektor yang masih belum menyentuh angka 100 persen. Ia menilai hal tersebut bukan semata-mata karena minimnya potensi, melainkan karena ego sektoral atau kurangnya kerja sama antar instansi.

‎”Hasil laporan menunjukkan masih ada yang belum mencapai target maksimal. Hal ini terjadi karena tidak adanya kolaborasi; masing-masing berjalan sendiri. Padahal, jika kita bergerak bersama, hasilnya akan jauh lebih baik untuk kemaslahatan umat,” ungkapnya.

‎Di akhir penyampaiannya, H. Zohran berharap Bapenda selaku leading sector dapat segera menindaklanjuti rekomendasi pembentukan tim ini agar perubahan pendapatan sudah mulai terlihat di awal tahun anggaran 2026.(ms/r)

Komentar