‎Pemkab Sumbawa dan Bappenas Perkuat Pembangunan Ekonomi Biru

Sumbawa444 views

Sumbawa, mediasumbawa.com- Bupati sumbawa yang di Wakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan – Riki Trisnadi, SE, M.Si, menghadiri acara workshop dan pelatihan penyusunan rpjmdes dan integrasi ekonomi biru dan pendanaan biru di desa kawasan samota Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada kesempatan tersebut turut hadir perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Republik Indonesia Direktorat Kelautan dan Perikanan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Dalam Negeri, Bappeda provinsi NTB, Bappeda Kabupaten Sumbawa, Kepala Desa se kawasan samota, acara bertempat di Sumbawa Grand Hotel, Rabu, (10/12/ 2025).

‎Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, Kegiatan hari ini memiliki makna yang istimewa bagi kami di kabupaten sumbawa, ini merupakan sinyal kuat bahwa kawasan samota bukan nanya aset lokal tetapi bagian dari kepentingan strategis nasional. Samota, dengan seluruh kekayaan laut dan pesisirnya mengandung potensi yang tidak kecil, perikanan berkelanjutan, pariwisata bahari, energi bersih, konservasi tersisir, hingga ekonomi kreatif berbasis sumber daya alam namun potensi itu tidak akan berubah menjadi nilai apabila hanya kita letakkan di atas kertas kita butuh desain pembangunan yang sistematis realistis terukur dan berorientasi jangka panjang,” ungkapnya.

‎Pemkab Sumbawa dan Bappenas Perkuat Pembangunan Ekonomi Biru

Lebih lanjut Bupati mengatakan, Itulah mengapa integrasi ekonomi biru dan belue financing ke dalam rpjmdes menjadi kebutuhan mendesak desa adalah titik paling depan desa adalah pondasi pembangunan dan jika desa bisa merencanakan masa depan dengan perspektif biru, maka laut kita akan pulih, nelayan kita lebih sejahtera, pariwisata tumbuh secara tertata dan generasi mendatang dapat menikmati manfaatnya tanpa harus kehilangan apapun,” ucapnya.

‎Bupati menambahkan, karena itu workshop ini penting bukan hanya sebagai forum diskusi, tetapi sebagai ruang untuk menyamakan arah kita ingin memastikan bahwa pembangunan di kawasan samota memiliki garis yang jelas, ekologi tetap menjadi pondasi bukan sekedar lampiran masyarakat harus berada di pusat kebijakan bukan objek proyek, kolaborasi antar pemangku kepentingan harus nyata bukan sekedar jargoon ceremony,”ujarnya.

‎Di akhir sambutannya beliau menyampaikan, apresiasi yang ‎setinggi-tingginya kepada bappenas yang telah mendorong sumbawa menjadi salah satu contoh belue development di indonesia. Bupati berharap selepas workshop ini, setiap desa mampu membawa pulang rancangan yang matang, bisa dipertanggungjawabkan dan siap di eksekusi,”tutupnya.

‎Pada kesempatan tersebut Kementerian Dalam Negeri yang diwakili oleh subdit Kelautan dan Perikanan Direktorat sinkronisasi urusan pemerintah daerah II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri – Bayu Prasetiyo menyampaikan, Ekonomi biru adalah sumber pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan, sesuai UU No. 59/2024. Kawasan Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, Tambora) punya potensi besar sebagai model ekonomi biru. Kami dorong sinkronisasi perencanaan pusat-daerah, mulai RPJPD hingga RKPD, dengan peran aktif desa sesuai UU No. 3/2024. Integrasi program dan pembiayaan biru inovatif akan wujudkan pembangunan lestari dan sejahtera,”ucapnya.

‎Lebih lanjut Ia mengatakan, pembiayaan biru merupakan salah satu alternatif pembiayaan baru bagi masyarakat terutama di wilayah pesisir yang dapat berasal dari berbagai sumber namun perlu diperhatikan adalah aspek perencanaan program dan kegiatan dimaksud yang terintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah serta harus disesuaikan dengan kewenangan dari masing-masing tingkatan pemerintah daerah, Semoga melalui forum ini kita dapat memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan kawasan Samata sebagai pusat ekonomi biru Indonesia Demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” tutupnya. (Ms/sp)

Komentar